Telegram Diblokir Pemerintah India hingga 22 Juni, Diduga Jadi Sarana Curang Ujian

Selasa, 16 Jun 2026, 17:10 WIB

JAKARTA - Pemerintah India memblokir sementara aplikasi pesan instan Telegram menjelang pelaksanaan ujian ulang National Eligibility cum Entrance Test (NEET) 2026. Kebijakan tersebut berlaku hingga 22 Juni 2026 setelah otoritas pendidikan menemukan indikasi penggunaan platform tersebut untuk praktik kecurangan terkait ujian masuk kedokteran terbesar di negara itu.

Kementerian Pendidikan India menyatakan pemblokiran dilakukan sebagai langkah pencegahan guna menjaga integritas pelaksanaan ujian ulang yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026. Pemerintah menilai Telegram telah dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan dugaan kebocoran soal ujian.

Ket. Foto: Aktivis Partai Janata Kecoa (CJP) memegang plakat bergambar Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan selama protes atas dugaan penyimpangan dalam ujian-ujian utama negara itu di Hyderabad pada 14 Juni 2026. — Sumber: AFP

Sedikitnya 2,3 juta peserta dijadwalkan mengikuti kembali ujian NEET setelah pelaksanaan sebelumnya pada Mei 2026 dibatalkan. Keputusan pembatalan diambil menyusul munculnya dugaan kebocoran soal yang memicu kontroversi dan protes di berbagai wilayah India.

Kasus tersebut berkembang menjadi isu nasional dan memunculkan tekanan politik terhadap pemerintah. Sejumlah kelompok oposisi menuntut pertanggungjawaban Kementerian Pendidikan atas dugaan kegagalan dalam mengamankan pelaksanaan ujian penting yang menjadi syarat masuk fakultas kedokteran di India.

Pemerintah menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Teknologi Informasi India yang memberikan kewenangan untuk membatasi akses terhadap layanan digital demi menjaga kepentingan nasional. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap aktivitas kelompok yang diduga berupaya memanipulasi proses ujian melalui platform digital.

Selain memblokir akses Telegram, pemerintah juga meminta perusahaan tersebut menonaktifkan sementara fitur pengeditan pesan hingga akhir Juni 2026. Otoritas pendidikan menilai fitur tersebut berpotensi digunakan untuk menciptakan kesan seolah-olah soal ujian telah bocor sebelum pelaksanaan ujian.

Menurut Badan Pengujian Nasional India, sejumlah administrator saluran Telegram diduga mengedit unggahan lama setelah ujian berlangsung dengan menambahkan lembar soal. Praktik tersebut membuat unggahan terlihat memiliki cap waktu sebelum ujian sehingga memunculkan dugaan kebocoran soal.

Otoritas juga menemukan sejumlah kanal Telegram yang menawarkan soal-soal NEET palsu kepada peserta ujian. Kanal-kanal tersebut disebut meminta sejumlah uang kepada calon peserta dengan iming-iming akses terhadap soal ujian yang diklaim bocor.

Pemerintah menyatakan keputusan memblokir Telegram merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya penghapusan konten dinilai tidak memberikan hasil yang memadai. Meski demikian, Kementerian Pendidikan mengakui kebijakan tersebut akan berdampak pada jutaan pengguna Telegram di India.

India merupakan pasar terbesar Telegram berdasarkan jumlah unduhan aplikasi. Namun, layanan perpesanan yang paling banyak digunakan di negara tersebut masih didominasi oleh WhatsApp.

Menyusul polemik NEET 2026, Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengatakan pemerintah telah mengambil berbagai langkah tambahan untuk menjamin keamanan ujian ulang. Salah satunya dengan memanfaatkan pesawat militer untuk mendistribusikan dokumen ujian secara aman guna mencegah potensi kebocoran lebih lanjut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pos Polisi Lalu Lintas Margorejo Surabaya Diduga Dilempar Bom Molotov

Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan

Kota Wina Digugat soal Tarif Toilet Umum Khusus Perempuan Tapi untuk Pria Gratis

Krisis Air Makin Parah! Warga Swiss Dilarang Cuci Mobil dan Siram Taman

Jakarta Diprediksi Berawan Seharian Minggu Ini, BMKG Catat Suhu Bisa Capai 34 Derajat

Drama 6 Gol! AC Milan Menang Telak 4-2 atas Manchester United

Resmi! Bek Sayap Timnas Inggris Djed Spence Tinggalkan Tottenham, Kini Berseragam Inter Milan

Meriah Banget Semarak HUT RI! Seribuan Siswa Aceh Barat Turun ke Jalan Ikuti Karnaval Kemerdekaan

Meski Hasil Kurang Memuaskan, Singapura Temukan Sisi Positif Lawan Yordania

Gempa Simalungun Bikin Warga Aceh Barat Waspada, BPBD Beri Kabar Terbaru

Dedi Mulyadi Gagas Lima Desa di Bekasi Ditata dengan Nuansa Sunda, Rumah Tradisional Bakal Dipertahankan

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

Kebakaran Hutan Mengamuk di Eropa, Cuaca Panas dan Kering Jadi Penyebabnya

Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam

Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda

Korsel Buka Jalan Damai dengan Korut, Tekad Akhiri Konflik Makin Kuat

Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.