Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Dalam Kondisi Kritis

Selasa, 12 Mei 2026, 00:00 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut respons Iran terhadap rencana perdamaian 'sama sekali tidak dapat diterima' seiring dengan goyahnya gencatan senjata.

Dari The Guardian, ketika ditanya tentang status gencatan senjata, Donald Trump mengatakan bahwa itu "sangat lemah".

Ket. Foto: Presiden AS mengatakan tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS adalah 'bodoh' dan bahwa gencatan senjata itu 'sangat lemah'. — Sumber: Istimewa

“Saya akan mengatakan bahwa gencatan senjata ini berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, 'Tuan, orang yang Anda cintai hanya memiliki sekitar 1 persen kemungkinan untuk bertahan hidup'," kata Trump.

Trump juga mengatakan dia masih percaya AS dapat bernegosiasi dengan kepemimpinan Iran.

Ketika ditanya, Trump mengatakan bahwa ia masih merasa AS dapat mencapai kesepakatan damai dengan kepemimpinan Iran saat ini.

“Ada kelompok moderat, ada kelompok fanatik. Dan saya pikir kelompok moderat lebih dihormati. Kelompok fanatik ingin bertarung sampai akhir. Pertarungan ini akan berlangsung sangat cepat,” kata Trump.

Dia melanjutkan: “Sama seperti negara kita, kita juga punya orang-orang gila. Saya menyebut mereka orang gila, saya juga menyebut mereka orang bodoh. Di Iran, mereka punya kelompok moderat yang sangat ingin mencapai kesepakatan, dan kemudian ada juga orang-orang gila.”

Ketika didesak lebih lanjut mengenai apakah solusi diplomatik masih mungkin, Trump menjawab bahwa "itu sangat mungkin".

“Dengar, saya sudah berurusan dengan mereka empat atau lima kali,” katanya. “Mereka berubah pikiran. Mereka orang-orang yang sangat tidak terhormat, para pemimpinnya.”

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.