• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Inovasi Enzim Dextranase B...

Inovasi Enzim Dextranase Bisa Bantu Lindungi Gigi dari Kerusakan Enamel Akibat Makanan Manis

Selasa, 12 Mei 2026, 18:50 WIB

JAKARTA — Tingginya konsumsi gula masyarakat Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah wacana penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Rata-rata asupan gula harian masyarakat kini disebut telah mencapai 62–75 gram per hari, melampaui batas aman yang dianjurkan Kementerian Kesehatan sebesar 50 gram per hari.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, hingga diabetes. Namun sebelum memicu gangguan sistemik, tingginya konsumsi gula juga berdampak langsung terhadap kesehatan rongga mulut.

Ket. Foto: Ilustrasi makanan manis. Rata-rata konsumsi gula masyarakat Indonesia mencapai 62–75 gram per hari, melampaui anjuran Kemenkes. Inovasi enzim Dextranase dan Lysozyme disebut dapat membantu melindungi gigi dari plak dan karies. — Sumber: Usmile

Sejumlah riset menunjukkan konsumsi makanan dan minuman manis berlebih dapat meningkatkan risiko karies atau gigi berlubang hingga 2,8 kali lipat. Sementara itu kerusakan gigi akibat gula terjadi relatif cepat. Dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit setelah mengonsumsi makanan manis, bakteri Streptococcus mutans akan mengubah sisa gula menjadi asam yang dapat mengikis enamel gigi.

Selain menghasilkan asam, bakteri juga membentuk glukan, yakni senyawa lengket yang menjadi dasar pembentukan plak gigi. Lapisan plak ini dinilai sulit dibersihkan hanya dengan metode penyikatan gigi biasa.

Menanggapi kondisi tersebut, merek perawatan gigi usmile menghadirkan inovasi pasta gigi Optical White yang mengandalkan kombinasi enzim Dextranase dan Lysozyme. Dextranase bekerja dengan memecah rantai glukan yang membentuk plak lengket di permukaan gigi, sementara Lysozyme berfungsi sebagai antibakteri alami yang membantu menekan perkembangan bakteri penyebab karies.

Head of Research & Development usmile Global, Liu Jitao, mengatakan pendekatan berbasis biologis diperlukan untuk menghadapi dampak tingginya konsumsi gula saat ini. Menurut dia, pembersihan gigi secara mekanis konvensional kerap tidak cukup efektif karena bakteri telah mengubah gula menjadi glukan yang sangat lengket.

“Penggunaan enzim seperti Dextranase terbukti secara klinis mampu mendegradasi glukan dan menurunkan daya lekat plak pada enamel gigi,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (11/5).

Ia menambahkan kombinasi Dextranase dan Lysozyme dirancang untuk membantu mencegah proses demineralisasi gigi sejak tahap awal. Selain perlindungan enzimatik, produk tersebut juga dilengkapi teknologi color-correcting untuk membantu menetralkan noda kuning pada gigi serta Swiss Haute Fragrance yang diklaim memberikan kesegaran napas lebih tahan lama.

Perusahaan menyebut respons pasar terhadap produk tersebut cukup tinggi sejak diluncurkan pada 6 April 2026. Dalam dua minggu pertama peluncuran, nilai transaksi harian produk diklaim telah melampaui Rp100 juta.

Pada periode 4–10 Mei 2026, produk tersebut juga disebut berhasil menjadi pasta gigi premium nomor satu dalam daftar Weekly Product di TikTok Shop serta masuk jajaran Top 10 Product di Shopee. Melalui inovasi berbasis sains tersebut, usmile menyatakan ingin mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan gigi preventif di tengah tingginya konsumsi gula di Indonesia.

  • Usmile
  • enamel gigi
  • kesehatan gigi
  • Lysozyme
  • Dextranase
  • plak gigi
  • usmile Optical White
  • perawatan gigi preventif

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.