Pekerjaan “Supersulit” Indonesia U-17

Senin, 11 Mei 2026, 06:52 WIB

JAKARTA - Tim Indonesia U-17 sepertinya menghadapi pekerjaan “mustahil” karena harus menumbangkan Jepang. Harapan Tim Indonesia untuk melaju ke perempat final Piala Asia U-17 2026 kini berada di ujung tanduk. Kekalahan 0-2 dari Qatar membuat Garuda Muda wajib menaklukkan Jepang dalam laga terakhir Grup B demi menjaga asa bertahan di turnamen kelompok umur paling bergengsi di Asia tersebut.

Pertandingan penentuan itu akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah, Selasa (12/5). Tantangan yang dihadapi Indonesia tidak ringan. Jepang datang dengan status tim tersukses sepanjang sejarah Piala Asia U-17 dan sudah memastikan tiket ke babak perempat final usai menyapu bersih dua pertandingan awal.

Ket. Foto: Kapten tim nasional U17 Indonesia Mathew Baker (kanan) beraksi di hadapan pemain Qatar Dhiaeddine Benyatla pada laga Grup B Piala Asia U17 2026 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5). Indonesia kalah 0-2 pada pertandingan tersebut. — Sumber: Antara/Timnas Indonesia/PSSI

Meski demikian, pelatih Tim U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan tim asuhannya belum menyerah. Mantan striker Timnas Indonesia itu meminta anak asuhnya bangkit dan menunjukkan semangat juang lebih besar saat menghadapi Jepang.

“Kita respek ke Jepang, mereka tim kuat dan sudah dipastikan lolos. Tetapi segala sesuatu bisa terjadi. Kita berharap daya juang anak-anak lebih ditingkatkan,” ujar Kurniawan.

Kurniawan mengakui tugas terberat saat ini adalah mengangkat mental pemain setelah kekalahan dari Qatar. Dia tidak ingin para pemain larut dalam kekecewaan karena peluang lolos masih terbuka.

“Setelah kalah tadi malam, tugas kami di coaching staff dan official mengembalikan mental mereka agar tidak semakin terpuruk. Peluang masih ada dan kami akan fight maksimal sampai perjuangan terakhir,” jelasnya.

Indonesia sebenarnya tampil cukup menjanjikan saat menghadapi Qatar pada hari Sabtu (9/5). Garuda Muda mendapat kesempatan emas membuka keunggulan melalui titik penalti pada menit ke-16 setelah pemain Qatar, Taha Nassir, melakukan handball di kotak terlarang. Namun eksekusi Mathew Baker mampu dibaca dengan baik oleh kiper Qatar, Bakri Mohamed.

Selepas itu, Indonesia terus mencoba menekan. Peluang lain sempat hadir lewat sepakan Dava Yunna menjelang turun minum, tetapi bola masih melebar dari sasaran.

Qatar justru tampil lebih efektif pada babak kedua. Ayokunle Samuel Tokode memecah kebuntuan pada menit ke-57 melalui sepakan terukur yang gagal dihentikan penjaga gawang Indonesia, Mike Rajasa. Keunggulan Qatar kemudian bertambah lewat gol Dhiaeddine Larbi pada menit ke-66.

Indonesia gagal membalas hingga laga usai dan harus rela turun ke posisi ketiga klasemen Grup B. Qatar naik ke peringkat kedua, sedangkan Jepang tetap kokoh di puncak setelah menang 2-1 atas Tiongkok dalam pertandingan lainnya.

Situasi itu membuat laga kontra Jepang menjadi duel hidup-mati bagi Garuda Muda. Kemenangan menjadi harga mati jika Indonesia ingin menjaga mimpi melangkah ke perempat final Piala Asia U-17 2026. ben/G-1

  • Piala Asia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.