Tak Hanya Pariwisata, Banyuwangi Pacu Ekonomi Lewat Sajian Kuliner Tradisional

Minggu, 10 Mei 2026, 18:35 WIB

BANYUWANGI – Promosi wisata kuliner daerah kini menjadi strategi penting dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya.

Kuliner tidak lagi sekadar kebutuhan konsumsi, melainkan bagian dari pengalaman wisata yang mampu menarik kunjungan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, hingga mendorong pertumbuhan UMKM.

Ket. Foto: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membeli ikan asap dan pepes di sentra kuliner hasil laut di objek wisata Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Di tengah persaingan destinasi, daerah yang mampu mengemas makanan tradisional secara modern dan digital-friendly memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus mempromosikan wisata kuliner daerah itu karena dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah salah satunya di sentra ikan bakar Pantai Blimbingsari.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Minggu (10/5), menyampaikan kuliner khas seperti di Pantai Blimbingsari itu menjadi kekuatan wisata Banyuwangi.

"Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain," katanya.

Salah satu pusat kuliner laut di Pantai Blimbingsari ini, lanjut Ipuk, layak untuk dicoba oleh wisatawan adalah ikan bakar asap yang khas.

"Ini salah satu daya tarik wisata Banyuwangi, rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan, kami ingin wisatawan yang datang membawa pengalaman kuliner yang berkesan," kata Bupati Ipuk.

Pedagang ikan asap legendaris di kawasan itu, Mastia (66) mengaku telah berjualan sejak 1977, dan selama itu pula ia mempertahankan cita rasa khas dengan menjual berbagai jenis ikan seperti ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.

Mastia menyampaikan proses memasak menjadi rahasia utama kelezatan ikan asap dan ikan bakar khas di wisata Pantai Blimbingsari.

"Ikan segar hasil tangkapan nelayan dibakar terlebih dahulu, kemudian dilumuri bumbu khas sebelum kembali dibakar agar rempah meresap sempurna," katanya.

Mastia mengaku bumbu ikan bakar merupakan resep turun-temurun asli Blimbingsari, untuk bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil.

Cita rasa khasnya, menurutnya, membuat pelanggan terus berdatangan dan bahkan dari luar daerah, dan sebagian besar wisatawan awalnya datang berkunjung ke Pantai Blimbingsari, lalu membeli ikan asap dan akhirnya menjadi pelanggan tetap setelah mencicipi kelezatannya.

"Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan, ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari," ujar Mastia.

Selain cita rasanya yang khas, harga ikan bakar di Pantai Blimbingsari juga tergolong terjangkau, seperti ikan bakar dijual mulai Rp15.000 hingga Rp25.000 tergantung ukuran.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.