• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hidangan Ikan Herring, 'Sa...

Hidangan Ikan Herring, 'Sashimi' Belanda yang Mulai Ditinggalkan Generasi Muda

Sabtu, 20 Jun 2026, 15:46 WIB

DEN HAAG - Pensiunan asal Belanda, Riet van der Toorn, 83 tahun, menatap dengan nostalgia saat tong ikan herring pertama musim ini mendarat pada hari Selasa di pelabuhan Scheveningen, diangkat ke darat menggunakan kerekan dari perahu nelayan tradisional.

"Kami tumbuh besar dengan ikan herring," kata van der Toorn kepada AFP, sambil membuang kepala ikan dan menelan sisanya utuh bersama potongan kecil bawang mentah.

Ket. Foto: Hidangan tradisional Belanda, ikan herring atau Hollandse Nieuwe. — Sumber: the low countries

Namun, hidangan tradisional Belanda ini kurang diminati generasi muda. Untuk menarik penggemar ikan herring baru, industri ini mengundang para influencer media sosial dan koki ternama.

Ikan herring adalah salah satu jenis ikan yang paling populer di Belanda, dengan perkiraan produksi sekitar 25.000 ton—atau 175 juta ekor ikan—pada tahun 2026, menurut Biro Perikanan Belanda.

Makan ikan herring merupakan tradisi di negara ini. Banyak turis merasa senang membeli ikan herring untuk pertama kalinya, memegang seluruh ikan di bagian ekornya, lalu menyantapnya dengan cara membiarkannya meluncur ke tenggorokan, cara khas orang Belanda.

Belanda dan ikan herring memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Tidak ada ikan yang lebih identik dengan Belanda selain ikan yang populer yang disebut Hollandse Nieuwe.

Ikan herring adalah ikan kecil, ramping, dan berwarna perak. Sekitar seperempat dari berat tubuhnya terdiri dari lemak. Ikan herring dapat hidup hingga delapan sampai sepuluh tahun. Ikan ini biasanya ditangkap antara bulan Mei dan September dan bisa sangat langka di bulan-bulan musim dingin.

Penangkapan ikan herring skala besar di Belanda dimulai pada abad ke-17, orang Belanda menyebutnya Zaman Keemasan. Sejak saat itu, ikan herring Belanda dan Hollandse Nieuwe telah menjadi makanan lezat yang digemari oleh penggemar kuliner di seluruh dunia.

"Ketika saya masih kecil, orang tua saya hanya makan ikan herring. Kakek nenek saya juga," kata koki berbintang Michelin, Yornie van Dijk, sambil mengawasi persiapan ikan herring yang sibuk di dermaga.

"Namun bisa dikatakan tradisi ini telah terlewatkan satu generasi. Terserah kita untuk menghidupkannya kembali dan menunjukkan kepada generasi muda betapa lezatnya ikan herring," kata van Dijk kepada AFP dalam sebuah wawancara.

"Anda bisa menyantapnya dengan berbagai cara, di dalam roti lapis atau dimakan mentah. Kita orang Belanda seharusnya bangga dengan produk ini," kata koki tersebut.

Para influencer media sosial diundang untuk mencicipi ikan herring dan diharapakan dapat menyebarkan informasi tersebut kepada generasi muda.

Emily Levert, seorang kreator konten dari Vietnam yang pindah ke Belanda dua tahun lalu, mengatakan ikan herring sebaiknya dianggap sebagai semacam "sashimi Belanda".

"Ini adalah produk khas Belanda dan saya ingin menyebarkan budaya indah ini" melalui media sosial kepada 90.000 pengikut Instagram-nya, kata wanita berusia 33 tahun yang menjalankan panduan wisata online itu kepada AFP.

Suaminya, Clement Levert, yang juga seorang kreator konten, mengatakan media sosial dapat menjadi sarana untuk mempromosikan hidangan tradisional Belanda "dan juga berbagi sisi menyenangkan dari hidangan tersebut."

Sambil memegang ikan herring berwarna putih keperakan di tangannya, van der Toorn mengatakan tradisi itu juga lahir dari kebutuhan ketika dia masih muda.

"Dulu, orang tua kami memberi kami ikan herring ketika kami lapar. Sekarang, hampir tidak ada lagi yang kelaparan, jadi anak-anak tidak belajar makan ikan herring," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.