Novak Djokovic Tersingkir Cepat di Italian Open, Kondisi Fisik Jadi Sorotan

Minggu, 10 Mei 2026, 00:40 WIB

ROMA - Performa Novak Djokovic kembali menjadi sorotan setelah petenis Serbia itu tersingkir lebih awal dari Italian Open, Sabtu (9/5) dini hari WIB. . Kekalahan tersebut sekaligus memunculkan tanda tanya besar mengenai kondisi fisiknya menjelang Prancis Open atau Roland Garros akhir bulan ini.

Djokovic harus mengakui keunggulan petenis kualifikasi asal Kroasia, Dino Prizmic, yang tampil impresif dan menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-4 di lapangan utama Roma.

Ket. Foto: Novak Djokovic. — Sumber: AFP

Kemenangan itu menjadi pencapaian terbesar dalam karier Prizmic yang baru berusia 20 tahun. Sementara bagi Djokovic, hasil tersebut memperpanjang kekhawatiran atas kondisi kebugarannya di penghujung karier gemilangnya.

Petenis peraih 24 gelar Grand Slam itu baru kembali bertanding setelah absen akibat cedera bahu. Turnamen di Roma menjadi ajang pemanasan terakhir sebelum Roland Garros dimulai.

Saat ditanya apakah dirinya bisa kembali tampil dominan di Paris, Djokovic hanya menjawab singkat.

“Saya berharap begitu,” kata Djokovic. “Mari kita lihat nanti apa yang terjadi.”

Mantan petenis nomor satu dunia itu mengaku kini semakin sering dibayangi masalah fisik setiap kali memasuki turnamen besar.

“Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali dalam beberapa tahun terakhir saya mempersiapkan turnamen tanpa masalah fisik,” ujar Djokovic. “Selalu ada sesuatu. Ini seperti kenyataan baru yang harus saya hadapi.”

Djokovic tampil dengan balutan pelindung di bahu dalam turnamen pertamanya sejak tersingkir pada babak 16 besar Indian Wells Masters pada Maret lalu. Setelah itu ia mundur dari turnamen di Miami, Monte Carlo, dan Madrid.

Meski sempat merebut set pertama dengan mudah, Djokovic akhirnya kesulitan menghadapi permainan agresif Prizmic yang tampil penuh percaya diri. Petenis Kroasia itu kini menempati peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi 79 dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Prizmic juga sukses menundukkan petenis peringkat 10 besar dunia. Sebelumnya ia menyingkirkan Ben Shelton di Madrid bulan lalu.

Menariknya, Djokovic merupakan idola Prizmic sejak kecil.

“Ini momen besar bagi saya. Bisa berbagi lapangan dengan legenda juga menjadi hal luar biasa,” ujar Prizmic. “Hari ini saya bermain luar biasa dan sangat senang dengan performa saya.”

Kemenangan tersebut membawa Prizmic melaju ke babak berikutnya dan berpeluang mencapai 16 besar turnamen Masters 1000 untuk pertama kalinya.

Sementara itu, unggulan kedua Alexander Zverev melaju mulus ke putaran ketiga usai mengalahkan sesama petenis Jerman, Daniel Altmaier, dengan skor 7-5, 6-3.

Zverev datang ke Roma dengan modal bagus setelah mencapai final di Madrid pekan lalu. Namun, ia kembali berada di sisi undian yang berbeda dengan favorit utama turnamen, Jannik Sinner.

Di sektor putri, juara tiga kali Iga Swiatek juga lolos ke putaran ketiga setelah menaklukkan Caty McNally melalui pertarungan sengit 6-1, 6-7 (5/7), 6-3.

Swiatek sempat terlihat akan menang mudah, tetapi pertandingan berlangsung hampir tiga jam sebelum petenis Polandia itu akhirnya memastikan kemenangan.

“Ini pertandingan yang sulit. Caty bermain sangat baik,” kata Swiatek. “Saya harus bersabar. Ada beberapa kesalahan yang terjadi, tetapi saya senang bisa tetap solid di momen-momen penting.”

Petenis yang telah mengoleksi enam gelar Grand Slam itu belum lagi menjuarai turnamen lapangan tanah liat sejak memenangkan Roland Garros 2024. Bulan lalu, Swiatek juga tersingkir lebih cepat di Madrid setelah mundur pada babak ketiga akibat penyakit virus.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.