Atasi Qatar Jika Ingin ke Piala Dunia
Jumat, 08 Mei 2026, 06:37 WIBJAKARTA - Kepercayaan diri skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto memang tengah tinggi setelah menundukkan Tiongkok 1-0 pada laga pembuka. Gol Keanu Senjaya di menit ke-87, memanfaatkan umpan matang Mathew Baker, menjadi suntikan moral penting bagi Garuda Muda di tengah ketatnya persaingan grup.
Namun, Kurniawan buru-buru menahan euforia pemainnya. Pelatih berusia 49 tahun itu sadar kemenangan atas Tiongkok akan kehilangan arti bila Indonesia gagal menjaga konsistensi saat menghadapi Qatar dan Jepang di dua laga tersisa.
âKita sudah analisis dan evaluasi permainan Qatar. Kurang lebih mereka mirip dengan Tiongkok, sangat attack dan mengandalkan switch play. Kita akan siapkan taktikal terbaik untuk mengantisipasi itu,â ujar Kurniawan.
Secara permainan, Qatar memang memiliki karakter agresif dengan transisi cepat dari sisi lapangan. Kekalahan 1-3 dari Jepang pada laga pertama membuat tim asuhan Alvaro Mejia dipastikan tampil menekan sejak menit awal demi menjaga peluang lolos. Bermain di depan publik sendiri menjadi keuntungan besar bagi Qatar untuk memaksa Indonesia berada di bawah tekanan.
Situasi itulah yang membuat laga ini diprediksi berjalan lebih berat dibanding saat menghadapi Tiongkok. Indonesia dituntut tidak hanya disiplin bertahan, tetapi juga cerdas memanfaatkan celah serangan balik. Dalam skema itu, peran Mathew Baker kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif pada laga pembuka.
Saat ini Indonesia menempati posisi kedua klasemen Grup B dengan tiga poin, sama seperti Jepang yang unggul selisih gol. Sementara itu, Qatar dan Tiongkok masih tanpa angka. Hasil pertandingan Sabtu malam berpotensi langsung mengubah peta persaingan grup secara drastis.
Duel melawan Qatar, Sabtu (9/5) menjadi momentum krusial karena dua tim teratas grup akan melaju ke perempat final sekaligus mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026. Artinya, kemenangan akan membuat langkah Garuda Muda menuju panggung dunia semakin terbuka.
Kurniawan pun meminta para pemain tetap menjaga fokus dan mental bertanding. Menurut dia, perjalanan Indonesia masih panjang dan membutuhkan konsistensi untuk menembus level tertinggi Asia. âBersyukur tiga poin yang sangat penting. Tapi saya berharap kita merayakan secukupnya, karena masih ada pertandingan yang sangat menentukan langkah kita ke Piala Dunia,â ujarnya.
Kini Garuda Muda tidak hanya dituntut bermain disiplin, tetapi juga menunjukkan mental baja. Sebab di hadapan Qatar, Indonesia sedang berusaha membuktikan kemenangan atas Tiongkok bukan sekadar kejutan sesaat. ben/G-1
- Piala Asia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Djokovic Isyaratkan Pensiun Usai Kalah dari Alcaraz di Australia Open
-
Daftar Susunan Pemain Timnas U17 Indonesia Versus Jepang di Piala Asia 2026
-
Polres Jaksel Aktifkan Satkamling Amankan Ramadan 1447 H, 150 Personel Siaga
-
Siap-Siap, Mulai 1 Maret Kemenhub Sediakan 401 Bus Mudik Gratis
-
Allianz Life Syariah Indonesia Luncurkan AlliSya CI Hasanah
-
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Tetap Jaga Jarak dengan Madrid
-
Penguatan Investasi Diarahkan untuk Mempercepat Pembangunan IKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.