AS-Iran Kembali Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump: Gencatan Senjata Masih Berlaku

Jumat, 08 Mei 2026, 14:26 WIB

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku pada hari Kamis (7/5), meskipun terjadi baku tembak dengan pasukan Iran di Selat Hormuz. 

"Mereka mempermainkan kami hari ini. Kami menghancurkan mereka," katanya kepada wartawan di Washington, seraya menegaskan bahwa pembicaraan "berjalan sangat baik."

Ket. Foto: Kapal-kapal kargo, termasuk kapal pengangkut curah dan kapal kargo umum, berlabuh di lepas pantai sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan, di Selat Hormuz di lepas Bandar Abbas, Iran, Senin, 4 Mei 2026. — Sumber: ISNA via AP

Sebelumnya, Trump mengunggah di platform Truth Social miliknya bahwa pasukan AS telah menimbulkan "kerusakan besar" pada penyerang Iran setelah tiga kapal perusak angkatan laut Amerika diserang saat melintasi selat tersebut.

"Kami akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!" katanya.

Ketegangan meningkat sehari setelah kementerian luar negeri Iran mengatakan sedang mempertimbangkan proposal AS untuk mengakhiri perang.

Militer AS mengatakan pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil ke arah tiga kapal perang AS, tetapi tidak ada yang mengenai sasaran.

Pasukan AS "menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab" atas serangan itu, kata Komando Pusat dalam sebuah unggahan di X.

Sementara itu, komando militer pusat Iran mengatakan pasukannya telah membalas tindakan Amerika Serikat yang menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lain di selat tersebut, yang melanggar gencatan senjata, menurut pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan bahwa AS telah menghancurkan beberapa perahu kecil yang "jatuh dengan sangat indah ke Samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke liang kuburnya!"

"Kerusakan besar" telah "ditimbulkan pada para penyerang Iran," lanjutnya.

Presiden AS juga mengulangi peringatan terkait kesepakatan damai tersebut: "Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!"

Sekitar 1.500 kapal dan 20.000 awak kapal masih terjebak di Teluk akibat blokade Iran di Selat Hormuz, kata kepala Organisasi Maritim Internasional PBB, Arsenio Dominguez, di Panama.

  • selat hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.