Tugu Insurance Kantongi Laba Rp265,62 Miliar, Fundamental Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Rabu, 06 Mei 2026, 13:22 WIB

JAKARTA - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal I 2026. Capaian tersebut diraih di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta volatilitas harga energi yang masih membayangi pasar pada awal tahun ini. 

Perseroan menyebut kinerja tersebut menunjukkan fundamental perusahaan tetap terjaga meski industri asuransi menghadapi berbagai tantangan eksternal. Manajemen menilai strategi pengelolaan risiko yang disiplin menjadi salah satu faktor utama yang menopang performa perusahaan selama tiga bulan pertama tahun ini. 

Ket. Foto: PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal I 2026. Capaian tersebut diraih di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta volatilitas harga energi yang masih membayangi pasar pada awal tahun ini. — Sumber: Istimewa

Sejalan dengan penerapan PSAK 117, Tugu Insurance juga melakukan penyesuaian dalam penyajian laporan keuangan termasuk restatement laporan tahun sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan transparansi pelaporan keuangan perusahaan. 

Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, mengatakan kuartal pertama tahun ini menjadi periode penuh tantangan bagi industri asuransi nasional. Meski begitu, perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko. 

"Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan," ujar Fitri Azwar. 

Pada periode Januari hingga Maret 2026, pendapatan jasa asuransi perusahaan tercatat mencapai Rp2,57 triliun atau tumbuh 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,42 triliun. Sementara hasil jasa asuransi naik 2,18 persen menjadi Rp461,01 miliar dari sebelumnya Rp451,16 miliar. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pengelolaan portofolio yang selektif pada sejumlah lini bisnis utama seperti fire and property, offshore, serta marine cargo. Ketiga sektor tersebut selama ini menjadi kontributor penting terhadap pendapatan perusahaan. 

Di sisi investasi, perusahaan mencatat pendapatan investasi sebesar Rp88,17 miliar pada kuartal I 2026. Sementara pendapatan operasional lainnya meningkat signifikan sebesar 31,25 persen menjadi Rp156,02 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp118,88 miliar. 

Manajemen menyebut peningkatan pendapatan operasional lainnya menunjukkan kontribusi anak usaha yang semakin kuat dalam mendukung diversifikasi sumber pendapatan perusahaan. Strategi diversifikasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. 

Tugu Insurance juga menegaskan struktur permodalannya tetap solid dengan total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun. Sementara Risk Based Capital (RBC) berada di level 420,5 persen dan total aset perusahaan tercatat sebesar Rp29,69 triliun hingga akhir Maret 2026. 

"Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan," kata Fitri Azwar. 

Ke depan, Tugu Insurance menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan portofolio yang lebih optimal, disiplin risiko, serta peningkatan kontribusi entitas anak sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.