Tugu Insurance Perkuat Peran Strategis Penunjang Kegiatan Migas dan Ketahanan Energi Nasional.
Jumat, 07 Agu 2026, 12:45 WIBPT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan dan ketahanan energi nasional melalui penyediaan solusi perlindungan risiko komprehensif bagi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) serta energi terbarukan.
Dalam ajang Media Meet Up yang digelar hari ini di Jakarta, manajemen Tugu Insurance memaparkan peran vital industri asuransi umum sebagai mekanisme pengalihan risiko (risk transfer mechanism) untuk melindungi aset strategis bernilai tinggi, menjaga kelancaran operasi, serta memberikan kepastian bagi investasi di sektor energi nasional.
Pasar Asuransi Energi Tumbuh Dua Digit:Â
Seiring dengan pemulihan dan peningkatan aktivitas hulu hingga hilir migasâseperti pencapaian lifting minyak nasional 2025 yang mencapai 605,3 ribu bph (100,05% dari target APBN) serta rencana investasi hulu migas 2026 sebesar USD 16 miliarâkebutuhan akan proteksi asuransi mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), segmen asuransi energi nasional mencatatkan pertumbuhan pesat yang jauh melampaui rata-rata industri:
- Asuransi Energi Offshore: Mencatatkan premi sebesar Rp 1,18 Triliun, tumbuh +18,0% YoY (per Q3-2025).
- Asuransi Energi Onshore: Mencatatkan premi sebesar Rp 225 Miliar, tumbuh +18,4% YoY (per Q3-2025).
Pertumbuhan dua digit (~18%) pada sektor asuransi energi ini hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan industri asuransi umum nasional secara keseluruhan yang berada di angka 4,8% YoY pada FY2025. Faktor utama pendorongnya mencakup peningkatan nilai proyek energi, perluasan Wilayah Kerja (WK) migas menjadi 110 blok pada tahun 2026, disiplin underwriting, serta peluang baru dari proyek transisi Energi Baru Terbarukan (EBT).
Kepemimpinan Pasar dan Kinerja Keuangan Teruji
Dengan pengalaman lebih dari 44 tahun sejak didirikan pada 25 November 1981, Tugu Insurance mempertahankan posisi terdepan pada berbagai lini bisnis utama yang menopang ekosistem energi dan transportasi nasional berdasarkan Laporan AAUI TW IV 2025:
- Marine Hull (Rangka Kapal): Peringkat ke-1 dari 50 perusahaan.
- Aviation (Penerbangan): Peringkat ke-1 dari 21 perusahaan.
- Energy Offshore: Peringkat ke-2 dari 8 perusahaan pada segmen berisiko tinggi (high barrier to entry).
- Fire & Property (Kebakaran & Properti): Peringkat ke-2 dari 71 perusahaan.
Dari sisi keuangan, Tugu Insurance menempati peringkat ke-2 untuk Total Ekuitas (Rp 10,93 Triliun per 9M-2025) dan peringkat ke-4 untuk Total Premi Bruto (Rp 6,37 Triliun pada 2025) di industri asuransi umum Indonesia, dengan total aset mencapai Rp 20,17 Triliun. Tingkat Risk-Based Capital (RBC) perseroan berada di level sangat sehat yaitu 360,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Pengakuan Rating Internasional AM Best "A- (Excellent)"
Tugu Insurance kembali mempertahankan Financial Strength Rating A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating "a-" (Excellent) dari lembaga pemeringkat global AM Best, dengan outlook yang ditingkatkan menjadi Stable pada Desember 2025. Tugu Insurance merupakan perusahaan asuransi umum nasional pertama dan terlama di Indonesia yang berhasil meraih serta mempertahankan peringkat kredit internasional ini sejak tahun 2016.
Kepemilikan rating internasional ini memberikan kapasitas penutupan yang besar dan akses langsung ke pasar reasuransi global kelas dunia. Hal ini memperkuat daya saing perseroan dalam mengamankan proyek-proyek strategis nasional serta bisnis internasional (overseas).
Cakupan Perlindungan Komprehensif Seluruh Rantai Nilai Energi
Tugu Insurance menyediakan proteksi end-to-end dari hulu ke hilir:
- Upstream (Hulu): Perlindungan anjungan lepas pantai (offshore platform), rig pengeboran, sumur migas, hingga polis Operator's Extra Expense (OEE) dan Well Control.
- Midstream (Pengangkutan & Penyimpanan): Proteksi kapal tanker, jaringan pipa gas/minyak, serta Integrated Terminal melalui polis Marine Hull & Machinery, Marine Cargo, dan Pipeline Insurance.
- Downstream (Hilir): Perlindungan kilang pengolahan (refineries), kompleks petrokimia, hingga jaringan SPBU/SPBE melalui polis Industrial All Risks (IAR) dan Machinery Breakdown.
- Transisi Energi & EBT: Penyediaan solusi proteksi untuk pembangkit listrik, proyek geothermal, serta energi bersih sejalan dengan target Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Pemerintah Perlu Perkuat Anggaran Riset Nasional
-
Perlindungan Komprehensif, Tugu Insurance Beri Perlindungan Asuransi 5.000 Peserta Mudik Bareng Pertamina
-
Herdman Gas Latihan Keras, Timnas Siap hadapi Saint Kitts & Nevis di FIFA Series 2026
-
Idul Adha Mesti Memperkuat Kepedulian dan Solidaritas Sosial
-
Penuhi Syarat Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Kelurahan Tomang Deklarasikan Status ODF
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.