Tiongkok Dukung Iran Jaga Keamanan Nasional di Tengah Konflik dengan AS

Rabu, 06 Mei 2026, 19:20 WIB

JAKARTA - Pemerintah Tiongkok memperluas dukungannya kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Sikap tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing, Rabu (6/5).

Pertemuan ini menjadi pembicaraan tatap muka pertama kedua pihak sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah pun semakin memanas dan berdampak pada stabilitas global, termasuk sektor energi.

Ket. Foto: Pemerintah Tiongkok memperluas dukungannya kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Sikap tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing, Rabu (6/5). — Sumber: Anadolu Agency

Dalam pernyataannya, Wang Yi menegaskan bahwa Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Iran yang dinilai tetap membuka ruang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

"China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya dan menghargai kesediaan Iran untuk mencari solusi politik melalui jalur diplomatik," ujar Wang.

Ia menekankan bahwa penghentian permusuhan secara menyeluruh menjadi langkah krusial untuk meredakan ketegangan. Wang juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang berlanjut hanya akan memperburuk kondisi kawasan dan memperbesar risiko global.

"Penghentian permusuhan secara total sangat penting. Memulai kembali konflik tidak dapat diterima, dan melanjutkan negosiasi sangat penting," katanya.

Ketegangan juga terjadi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Blokade de facto oleh militer AS dan Iran disebut telah memengaruhi pasokan energi global dan memicu kekhawatiran komunitas internasional.

Wang Yi menegaskan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran secara aman dan normal. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat segera merespons seruan internasional untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

"Mengenai Selat Hormuz, komunitas internasional memiliki keprihatinan bersama untuk memulihkan jalur pelayaran yang normal dan aman," ujarnya.

Dalam isu nuklir, Tiongkok menyatakan dukungan terhadap hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai. Wang juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Iran yang tidak mengembangkan senjata nuklir, di tengah tekanan dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap bersikeras bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Bahkan, ia mengancam akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan pengamanan uranium yang diperkaya milik Teheran.

Pertemuan Beijing ini juga berlangsung menjelang rencana kunjungan Presiden AS ke Tiongkok pada 14 - 15 Mei mendatang. Kunjungan tersebut sebelumnya sempat tertunda akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diketahui telah melakukan serangkaian kunjungan diplomatik ke sejumlah negara, termasuk Pakistan, Oman, dan Rusia. Langkah ini dilakukan untuk mencari dukungan internasional serta membuka peluang penyelesaian konflik secara damai.

Konflik yang dimulai sejak akhir Februari tersebut telah menimbulkan korban besar. Lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas di Iran, sementara puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi akibat dampak perang.

Di pihak Amerika Serikat, sedikitnya 13 personel militer dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Iran juga melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.