Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025

Selasa, 21 Apr 2026, 19:35 WIB

LONDON – Sumber energi terbarukan menghasilkan listrik lebih banyak daripada batu bara secara global pada tahun 2025 untuk pertama kalinya, didorong oleh pertumbuhan penggunaan tenaga surya yang mencapai rekor, demikian laporan dari lembaga pemikir Inggris, Ember, yang dirilis pada Selasa (21/4).

Sebagian besar ilmuwan menganggap pembatasan pembangkit listrik tenaga batu bara, yang menghasilkan emisi karbon dioksida sekitar dua kali lipat dibandingkan pembangkit listrik tenaga gas, sebagai hal penting untuk mencapai target iklim global.

Ket. Foto: Panel surya di atap rumah terlihat di Kabupaten Otonom Huzhu Tu, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 8 Agustus 2025. — Sumber: Antara

“Kita telah memasuki era pertumbuhan bersih,” kata direktur pelaksana Ember, Aditya Lolla. “Energi bersih kini berkembang cukup cepat untuk menyerap peningkatan permintaan listrik global, menjaga agar pembangkit listrik berbahan bakar fosil tetap stabil sebelum akhirnya mengalami penurunan yang tak terhindarkan,” imbuh dia.

Energi terbarukan, seperti angin dan matahari, memasok 10.730 terawatt-jam (TWh) listrik pada tahun 2025, yang mencakup hampir 34 persen dari total pasokan listrik global, naik dari 32 persen pada tahun 2024, menurut Tinjauan Listrik Global Ember.

Dalam laporan ini tercatat bahwa Tiongkok dan India yang secara historis merupakan penyumbang terbesar bagi peningkatan energi fosil global, sama-sama mencatat penurunan produksi energi fosil pada tahun 2025.

Secara global, pembangkit listrik tenaga batu bara turun 0,6 persen menjadi menyediakan 33 persen dari total listrik global.

Total pembangkit listrik berbahan bakar fosil turun sebesar 0,2 persen.

Pertumbuhan tercepat terjadi di sektor energi surya, yang meningkat sebesar rekor 636 TWh, atau 30 persen.

Peningkatan energi surya yang mencapai rekor tersebut berarti pertumbuhan listrik bersih cukup besar untuk memenuhi seluruh permintaan listrik tambahan secara global pada tahun 2025.

Dari sektor total permintaan listrik global sendir mengalami peningkatan sebesar 2,8 persen, atau 849 TWh, pada tahun 2025. SB/ST/I-1

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Ilham Sudrajat, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.