KKP Tambah 2 Komoditas ke SRG: Jalan Baru UMKM Perikanan Naik Kelas

Selasa, 21 Jul 2026, 15:34 WIB

JAKARTA – Masuknya ikan kayu dan ikan asap ke dalam Sistem Resi Gudang (SRG) dinilai akan membantu pelaku usaha perikanan mempertahankan stabilitas harga, dan mempermudah akses pembiayaan dari lembaga keuangan. 

Dua produk olahan ini sebelumnya diusulkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masuk daftar komoditas kelautan dan perikanan pada SRG. Usulan tersebut kemudian terakomodir dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2026.

Ket. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan nilai tawar pelaku usaha perikanan dengan membawa dua komoditas baru keSistem Resi Gudang (SRG) — Sumber: istimewa

“Masuknya ikan kayu dan ikan asap dalam Sistem Resi Gudang menjadi kabar baik bagi pelaku usaha. Produk tidak harus langsung dijual ketika harga kurang menguntungkan, tetapi dapat disimpan sekaligus dimanfaatkan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Erwin Dwiyana di Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Erwin, pemanfaatan SRG diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha pada berbagai program prioritas KKP, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan budi daya tematik, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program UMKM Naik Kelas.

“Keberhasilan program prioritas tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi dan pembangunan sarana, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengelola stok, menjaga mutu produk, memperoleh modal kerja, dan menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan,” jelas Erwin.

Direktur Prasarana dan Sarana Ditjen PDSPKP, Achmad Al Farisi, menjelaskan bahwa ikan kayu merupakan produk olahan bernilai ekonomi yang antara lain digunakan sebagai bahan pembuatan katsuobushi, yaitu serutan ikan yang banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap takoyaki, okonomiyaki, udon, dan ramen.

Sementara itu, ikan asap merupakan produk perikanan yang diawetkan melalui proses pengasapan, dengan atau tanpa penggaraman, sehingga memiliki masa simpan dan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan ikan segar.

“Ikan kayu dan ikan asap menambah daftar komoditas kelautan dan perikanan yang dapat disimpan melalui Sistem Resi Gudang. Sebelumnya, yang telah masuk dalam skema SRG, antara lain ikan laut, rumput laut, garam, karagenan, agar, dan telur ikan terbang,” ungkap Achmad Al Farisi. 

Hingga Triwulan I Tahun 2026, terdapat 45 gudang SRG komoditas kelautan dan perikanan yang terdiri atas 25 gudang komoditas ikan, 10 gudang rumput laut, dua gudang karagenan, dan delapan gudang garam.

“Khusus untuk komoditas karagenan, terdapat dua gudang milik PT Giwang Citra Laut di Kabupaten Takalar yang telah mendukung pelaksanaan SRG. Ke depan, perluasan gudang, penguatan pengelola, kepastian standar mutu, serta keterhubungan dengan lembaga pembiayaan akan terus didorong,” kata Achmad Al Farisi.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan diarahkan untuk melindungi serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha, memperkuat kegiatan ekonomi produktif, dan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gaia Music Festival 2026 Hadirkan RAN hingga Teddy Adhitya, Musik dan Alam Berpadu di Bandung

BTN Luncurkan 9.800 KTM Co-Branding USU, Perkuat Ekosistem Transaksi Digital Mahasiswa

Bikin Kaget! Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Keren, Upacara Merah Putih di Bawah Laut Teluk Cendrawasih Bersama Hiu Paus

Menkes: Pemerintah akan Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota

PT KAI Wisata Diskon 17 Persen Tiket Layanan Semarak HUT RI ke-81

KCIC Sediakan Promo Tiket Whoosh HUT ke-81 RI

Wamenkum: RUU Kewarganegaraan Atur Kewarganegaraan Khusus bagi Talenta

Kabar Baik Pengguna Motor di Balikpapan! BPH Migas Cek SPBU untuk Layani Pertalite

Bank Bandung Luncurkan “Deposito Cuan di Depan”

Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.