Kedubes Desak Warga AS Tinggalkan Timteng

Senin, 03 Agu 2026, 02:55 WIB

AMMAN - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di ibu kota-ibu kota di seluruh Timur Tengah pada Sabtu (1/8) memperingatkan warganya untuk waspada terhadap eskalasi yang tak terduga dalam konflik regional dan mendesak mereka untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut.

Peringatan tersebut, yang diposting secara daring oleh Kedutaan Besar AS di Bahrain, Mesir, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras.

Ket. Foto: Sejumlah kapal merapat di Pelabuhan Damietta, Mesir, pada 30 Juli lalu. Pemerintah Mesir pada Kamis (30/7) melaporkan bahwa kapal gas AS yang terbakar sehari sebelumnya disebabkan oleh serangan drone. — Sumber: AFP/DAMIETTA PORT AUTHORITY

"Warga Amerika di wilayah tersebut harus mempertimbangkan untuk pergi, atau bersiap untuk pergi jika terjadi eskalasi," kata peringatan keamanan tersebut.

Peringatan tersebut pun mendesak warga untuk memeriksa detail penerbangan dan mengikuti saran keselamatan dari otoritas setempat.

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," demikian pernyataan tersebut.

Warga AS di Yordania diminta untuk tidak mengunjungi pangkalan militer di negara tersebut, yang baru-baru ini menjadi sasaran serangan misil Iran, dan di Israel mereka didesak untuk mencari lokasi tempat perlindungan bom terdekat.

"Rezim Iran tidak dapat diprediksi, seperti yang terlihat dari keputusan-keputusan terbarunya untuk menyerang daerah-daerah di kawasan tersebut tanpa peringatan atau provokasi serta untuk memperluas serangan ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran (seperti Mesir)," kata sebuah unggahan di situs Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Kedutaan Besar AS di Beirut mengatakan misi tersebut tetap dalam status siaga berangkat saat diperintahkan, yang berarti bahwa anggota keluarga dan personel pemerintah AS yang tidak penting harus dipindahkan ke luar Lebanon.

Serangan “Drone”

Iran dan AS telah berperang sejak 28 Februari. Periode tenang menyusul gencatan senjata, meskipun hal itu runtuh dengan terjadinya kembali serangan. Tanpa kepastian kapan akan berakhir, perang selama berbulan-bulan telah mengacaukan kehidupan orang-orang di seluruh Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global.

Militer Iran pada Sabtu menuduh Washington DC telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu dan beberapa waktu lalu Iran dan AS kembali terlibat baku tembak setelah jeda pertempuran selama beberapa hari, meskipun tidak ada laporan serangan semalaman dari Jumat (31/7) hingga Sabtu.

Sebelumnya pada Rabu (29/7) dilaporkan sebuah drone menyerang kapal gas milik AS yang berlabuh di pelabuhan Mesir, menyebabkan kebakaran. Mesir sedang menyelidiki tetapi belum menuduh kelompok mana pun yang melancarkan serangan tersebut.

Sementara itu sebuah "proyektil tak dikenal" menghantam sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman, kata sebuah badan maritim Inggris pada Sabtu, saat AS dan Iran bersaing untuk mengendalikan Selat Hormuz.

Akibat serangan itu, perusahaan pelacak perdagangan maritim, Kpler, mengatakan pada Jumat bahwa lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz telah menurun tajam.

Iran secara efektif mempertahankan kendali atas navigasi melalui Hormuz sejak pecahnya perang pada 28 Februari, yang mengharuskan kapal untuk mendapatkan izin dan membayar biaya transit sebelum menggunakan jalur air tersebut.

Sementara itu di Selat Bab el-Mandeb, jalur air lain yang kini semakin penting karena merupakan rute transit untuk minyak Arab Saudi, pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman pada Sabtu membantah berupaya memungut biaya dari kapal untuk melewatinya.

Perang Timur Tengah pecah ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan melancarkan serangan misil dan drone di seluruh wilayah tersebut.  AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.