ASEAN 2026 di Cebu: Filipina Gaspol Siapkan Agenda Ketahanan Bencana dan Energi di Tengah Gejolak

Rabu, 06 Mei 2026, 21:55 WIB

Jakarta – Department of Foreign Affairs (DFA) Philippines menyelenggarakan serangkaian pertemuan sebagai persiapan menuju KTT ke-48 ASEAN yang akan digelar pada 8 Mei 2026 di Cebu.

“Menjelang KTT ASEAN pada 8 Mei 2026, Filipina, melalui Departemen Luar Negeri sebagai lembaga utama untuk Pilar Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), akan menyelenggarakan serangkaian pertemuan persiapan,” kata Asisten Sekretaris Luar Negeri sekaligus Juru Bicara ASEAN Dominic Xavier Imperial.

Ket. Foto: Logo Keketuaan ASEAN Filipina 2026. — Sumber: Antara

Rangkaian persiapan dimulai dengan pertemuan pejabat senior ASEAN (SOM), yang dilanjutkan dengan pertemuan gabungan pejabat senior Pilar Politik-Keamanan dan Ekonomi (SOM-SEOM). Pada Kamis (7/5), agenda berlanjut ke tingkat menteri, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM), Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), Dewan Koordinasi ASEAN (ACC), serta pertemuan gabungan menteri luar negeri dan ekonomi.

Imperial menyebut pertemuan tersebut akan dihadiri pejabat senior dan menteri luar negeri dari 11 negara anggota ASEAN untuk merumuskan dasar pembahasan KTT, dengan fokus pada isu-isu mendesak kawasan dan agenda jangka panjang sesuai Visi Komunitas ASEAN 2045. Filipina juga mendorong pengesahan tiga dokumen strategis untuk dipertimbangkan para pemimpin ASEAN.

Ketahanan bencana menjadi salah satu isu utama dalam KTT kali ini. “Negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen pada kerangka kerja kolaboratif yang meningkatkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, respons kemanusiaan yang cepat, dan dukungan bagi penduduk yang terkena dampak,” kata Dave Gomez.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat respons terhadap bencana, termasuk aktivitas vulkanik seperti di Gunung Mayon, tanpa memperburuk kondisi masyarakat rentan.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga telah menginstruksikan lembaga terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat, termasuk bantuan medis dan operasi pemulihan di wilayah terdampak.

Selain itu, Filipina mengusulkan kerangka Manila-ASPECT untuk memperkuat respons darurat dan koordinasi regional. Menteri Kesejahteraan Sosial Rex Gatchalian menyebut inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan interoperabilitas, berbagi data, serta logistik lintas negara dalam penanganan bencana.

Di luar isu kebencanaan, keamanan energi juga menjadi perhatian utama. “Dengan adanya imbas ketegangan di Timur Tengah yang sangat membebani Asia, atas inisiatif Presiden Ferdinand R. Marcos Jr., para pemimpin telah memfokuskan kembali agenda untuk memasukkan diskusi tentang keamanan energi dan respons terpadu guna mengurangi dampak negatif di masing-masing negara anggota,” kata Gatchalian.

KTT ASEAN ke-48 diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat integrasi kawasan melalui tiga pilar utama, yakni politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya, demi menjaga stabilitas dan ketahanan Asia Tenggara di tengah tantangan global.

  • ASEAN

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.