Jurgen Klopp Siap Latih Jerman, Era Baru Die Mannschaft Dimulai usai Mundurnya Nagelsmann

Rabu, 22 Jul 2026, 06:30 WIB

BERLIN – Jurgen Klopp selangkah lagi memulai petualangan barunya sebagai pelatih tim nasional Jerman. Mantan pelatih Liverpool itu mengonfirmasi telah memiliki kesepakatan dengan Red Bull yang memungkinkannya meninggalkan jabatan sebagai Head of Global Football demi menerima tawaran melatih Die Mannschaft.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat spekulasi bahwa Klopp akan menjadi suksesor Julian Nagelsmann, yang memutuskan mundur setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026.

Ket. Foto: Jurgen Klopp. — Sumber: Istimewa

Perjalanan Jerman di Amerika Utara berakhir jauh dari harapan. Salah satu kandidat juara itu tersingkir secara dramatis setelah kalah adu penalti dari Paraguay pada babak 32 besar. Hasil tersebut memicu evaluasi besar-besaran di tubuh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), yang kemudian berujung pada pengunduran diri Nagelsmann.

Dalam wawancara dengan Magenta TV, Klopp mengisyaratkan bahwa proses menuju kursi pelatih timnas Jerman kini hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

"Saya telah mencapai kesepakatan dengan Red Bull, sebuah pengaturan yang sangat baik. Jadi, praktis tidak ada lagi yang menghalangi."

Klopp menambahkan bahwa seluruh proses akan segera diselesaikan setelah rangkaian kegiatan pasca-Piala Dunia berakhir.

"Semuanya bergerak ke arah yang benar. Setelah final kami akan kembali dan berusaha menyelesaikan semuanya secepat mungkin."

Saat ini Klopp masih menjabat sebagai Kepala Divisi Sepak Bola Global Red Bull, posisi yang diembannya setelah mengakhiri hampir sembilan tahun kebersamaan dengan Liverpool. Namun, kesepakatan yang telah dibuat bersama Red Bull memberi keleluasaan baginya untuk menerima jabatan sebagai pelatih tim nasional Jerman apabila kesempatan itu datang.

Kehadiran Klopp dipandang sebagai harapan baru bagi sepak bola Jerman yang dalam beberapa tahun terakhir gagal memenuhi ekspektasi di turnamen besar. Filosofi permainan agresif, tekanan tinggi (gegenpressing), serta kemampuannya membangun tim kompetitif menjadi alasan utama mengapa namanya dianggap sebagai sosok ideal untuk mengembalikan kejayaan Die Mannschaft.

Rekam jejak Klopp di level klub menjadi bukti kualitasnya. Bersama Borussia Dortmund, ia sukses mematahkan dominasi Bayern Muenchen dengan mempersembahkan dua gelar Bundesliga dan satu DFB-Pokal. Kesuksesan itu berlanjut di Liverpool, ketika ia mengakhiri penantian panjang klub Merseyside tersebut untuk menjuarai Liga Inggris, sekaligus mempersembahkan trofi Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub FIFA.

Klopp juga dikenal sebagai pelatih yang piawai membangun tim dalam kompetisi sistem gugur. Ia empat kali membawa timnya tampil di final Liga Champions, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuannya mengelola tekanan di panggung terbesar.

Jika resmi ditunjuk, tantangan pertama Klopp adalah membangun kembali kepercayaan diri skuad Jerman sekaligus mempersiapkan tim menuju Piala Eropa 2028. Turnamen tersebut akan digelar di Inggris dan Republik Irlandia, sehingga persaingan dipastikan berlangsung sangat ketat.

Di bawah asuhan Thomas Tuchel, Inggris baru saja mengakhiri Piala Dunia 2026 di posisi ketiga dan diprediksi menjadi salah satu favorit juara. Sementara itu, Spanyol datang dengan status juara dunia setelah mengalahkan Argentina pada final dan diyakini akan semakin kuat berkat generasi mudanya. Ancaman lain juga berpotensi datang dari Prancis yang santer dikabarkan akan memasuki era baru bersama Zinedine Zidane.

Situasi itu membuat tugas Klopp tidak akan mudah. Namun, pengalaman dan mental juara yang dimilikinya menjadi modal penting untuk mengangkat kembali pamor Jerman sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, penunjukan Jurgen Klopp bukan hanya menjadi pergantian pelatih semata, melainkan awal dari babak baru bagi Die Mannschaft. Harapan publik Jerman kini tertuju kepada pria 59 tahun itu untuk membawa tim kembali bersaing memperebutkan gelar di level tertinggi, dimulai dari Piala Eropa 2028 hingga Piala Dunia 2030.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.