Herdman Matangkan Strategi Hadapi Piala AFF
Rabu, 22 Jul 2026, 06:38 WIBJAKARTA - Pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di Bali memasuki fase paling menentukan menjelang bergulirnya Piala AFF 2026. Waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik dan mematangkan strategi. Selain itu, juga menjadi momen bagi pelatih John Herdman menyusun fondasi tim yang diyakini mampu mengakhiri penantian panjang Indonesia meraih gelar juara Asia Tenggara.
Di balik kerasnya persaingan memperebutkan 23 tempat dalam skuad akhir, Herdman menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar memilih pemain terbaik. Pelatih asal Inggris Raya itu tengah membangun identitas permainan baru yang menuntut disiplin taktik, keberanian menguasai bola, serta kemampuan mengambil keputusan cepat ketika berada di bawah tekanan lawan.
Pendekatan tersebut terlihat jelas dalam materi latihan selama hampir dua pekan terakhir. Salah satu fokus utama adalah menghadapi situasi high press yang diperkirakan akan menjadi senjata utama hampir seluruh kontestan Piala AFF. âFokus kami adalah menghadapi high press,â ujar Herdman.
Menurutnya, tim yang ingin bersaing di level tertinggi tidak cukup hanya mampu melakukan tekanan kepada lawan. Yang lebih penting adalah tetap tenang ketika mendapatkan tekanan serupa. Karena itu, para pemain terus ditempa untuk membangun serangan dari lini belakang, menjaga penguasaan bola, dan menemukan solusi saat ruang gerak semakin sempit.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Herdman tidak sekadar mengejar kemenangan dalam satu pertandingan, melainkan berupaya membangun budaya bermain yang lebih modern. Filosofi itu sekaligus menjadi jawaban atas kelemahan Indonesia dalam beberapa turnamen terakhir ketika sering kehilangan ritme permainan akibat tekanan agresif lawan.
Selain aspek taktik, perkembangan positif mulai terlihat dari hubungan antarpemain. Herdman mengaku puas melihat chemistry skuad yang terus meningkat setelah menjalani latihan bersama. âSaya melihat mereka mulai menyatu dan itu menjadi hal yang sangat baik,â ucapnya.
Tim pelatih bahkan telah membentuk kelompok kepemimpinan di dalam skuad sebagai jembatan komunikasi sekaligus penguat mental bertanding. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tim tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui pembentukan karakter kolektif yang menjadi fondasi penting dalam turnamen berdurasi panjang.
Di tengah proses tersebut, muncul kabar menggembirakan dari Eropa. Winger muda Adrian Wibowo langsung mencuri perhatian pada awal kariernya bersama klub Austria FC Wacker Innsbruck. Masuk sebagai pemain pengganti dalam laga pramusim, pemain berusia 20 tahun itu menyumbang assist yang menghasilkan gol kemenangan pada masa injury time.
Penampilan itu menjadi modal berharga bagi Adrian untuk kembali bersaing memperebutkan tempat di skuad Garuda. Sejak melakoni debut bersama tim senior pada September tahun lalu, dia dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan, kreativitas, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu. Kehadirannya memberi alternatif baru di sektor sayap yang membutuhkan pemain dengan kemampuan membuka ruang sekaligus menciptakan peluang.
âBermain di Eropa adalah impian sejak kecil. Saya sangat menikmati hari-hari pertama di sini karena tim pelatih dan rekan-rekan menyambut saya dengan sangat baik,â ujar Adrian.
Meski demikian, persaingan menuju skuad utama Garuda dipastikan tidak mudah. Herdman masih harus menyesuaikan komposisi tim setelah sejumlah pemain mengalami cedera. Mauruzi Jostra dan Yakob Sayuri dipastikan belum dapat memperkuat tim. Sedangkan pemain naturalisasi Luk Fiskery masih menjalani pramusim bersama klubnya sehingga belum bergabung dalam pemusatan latihan.
Di saat Indonesia masih menyempurnakan komposisi, Vietnam justru datang dengan persiapan yang lebih matang. Tim asuhan Kim Sang-sik telah menuntaskan pemusatan latihan di Korea Selatan. Mereka menyapu bersih empat pertandingan uji coba, serta diperkuat tiga pemain naturalisasi baru. Sejumlah media Vietnam bahkan mulai menilai peluang tim mereka lebih besar dibanding Indonesia.
Namun, penilaian tersebut belum dapat dijadikan ukuran pasti. Indonesia masih memiliki agenda uji coba sebelum turnamen dimulai. Herdman juga masih memiliki ruang untuk menyempurnakan organisasi permainan sekaligus menentukan susunan pemain terbaik.
Sikap Herdman pun tetap tenang. Ia menolak terjebak pada target jangka pendek ataupun perang opini yang berkembang di luar lapangan. âKami tidak memikirkan turnamennya atau hasil akhirnya. Tim hanya fokus berkembang setiap hari,â tegasnya.
Jadwal Laga
Indonesia akan memulai perjuangan di Grup A dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari pada tanggal 27 Juli. Setelah itu, dilanjutkan laga tandang melawan Timor Leste empat hari kemudian. Ujian sesungguhnya diperkirakan hadir ketika menjamu Vietnam pada tanggal 3 Agustus, sebelum menutup fase grup menghadapi Singapura pada tanggal 7 Agustus. ben/G-1
- Piala AFF 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.