Usia 19 Tahun, Seixas Siap Guncang Tour de France dan Akhiri Dahaga Gelar Prancis

Selasa, 05 Mei 2026, 06:00 WIB

PARIS — Harapan publik Prancis untuk mengakhiri penantian panjang di ajang balap sepeda paling prestisius dunia kembali menyala. Bintang muda berusia 19 tahun, Paul Seixas, mengonfirmasi bahwa dirinya akan tampil untuk pertama kalinya di Tour de France edisi Juli mendatang.

Seixas menjadi sorotan setelah performa impresifnya sepanjang musim ini, dengan torehan tujuh kemenangan balapan. Ia bahkan mampu memberi perlawanan sengit kepada juara dunia Tadej Pogacar dalam ajang klasik Liege-Bastogne-Liege pekan lalu, sebuah indikasi kuat bahwa dirinya sudah berada di level elite.

Ket. Foto: Paul Seixas. — Sumber: AFP

Jika tampil saat Grand Boucle dimulai di Barcelona pada tanggal 4 Juli, Seixas akan mencatat sejarah sebagai pembalap termuda dalam 89 tahun terakhir yang memulai Tour de France. Kehadirannya juga membuka peluang bagi Prancis untuk meraih gelar juara pertama sejak Bernard Hinault terakhir kali menang pada 1985.

Dalam sebuah video yang diunggah timnya, Decathlon CMA CGM, Seixas tampak mengunjungi kakek-neneknya di wilayah Haute-Savoie, dekat kampung halamannya di Lyon. Dengan penuh haru, ia mengumumkan kabar tersebut. “Saya datang ke sini untuk menyampaikan sesuatu yang spesial, saya punya balapan di bulan Juli,” ujarnya, yang langsung disambut tebakan keluarganya tentang Tour de France.

Sepanjang musim ini, Seixas telah mengikuti dua balapan etape selama sepekan dan empat balapan klasik satu hari dan tidak pernah finis di bawah posisi kedua. Konsistensi luar biasa ini memicu spekulasi luas mengenai kelayakannya tampil di ajang sepanjang 3.333 kilometer tersebut, yang terkenal brutal dengan delapan etape pegunungan, termasuk lima finis di puncak.

Namun, tantangan Tour de France bukan perkara sederhana. Ini akan menjadi grand tour pertama dalam karier Seixas, sekaligus pengalaman pertamanya mengikuti balapan lebih dari delapan hari.

Meski demikian, dukungan terhadapnya terus mengalir. Rekan setimnya asal Belgia, Oliver Naesen, optimistis sang remaja siap menghadapi tantangan tersebut. “Jika dia belum siap, lalu siapa yang siap? Dia 100 persen siap untuk Tour,” ujarnya kepada Cyclingnews bulan lalu.

Pandangan berbeda datang dari Direktur Olahraga tim rival Groupama-FDJ, Marc Madiot. Ia menilai terlalu dini bagi Seixas untuk terjun ke kerasnya Tour de France.

“Kita sering meremehkan apa itu Tour de France,” kata Madiot kepada RMC. “Saat Anda menjalaninya, Anda seperti masuk ke dalam mesin cuci, terkuras, digerus hari demi hari.”

Selain tekanan fisik, Seixas juga harus menghadapi dominasi Pogacar, juara empat kali yang dikenal mampu “menghancurkan rivalnya secara mental satu per satu, bahkan rekan setimnya sendiri.”

Debut Seixas di Tour de France kini menjadi salah satu cerita paling dinanti musim ini, sebuah perpaduan antara talenta muda luar biasa dan tantangan terbesar dalam dunia balap sepeda.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.