- Home
-
- Luar Negeri
-
- Juru Bicara Gedung Putih K...
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt Mengundurkan Diri, Tetap Jadi Senjata Politik Trump
Kamis, 13 Agu 2026, 05:07 WIBWASHINGTON DC â Karoline Leavitt akan meninggalkan jabatan sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada akhir Agustus 2026. Namun, kepergian perempuan 28 tahun itu tidak berarti berakhirnya perannya di lingkaran Presiden Donald Trump.
Dari The Guardian, Trump justru menyiapkan Leavitt untuk peran baru di luar pemerintahan. Presiden Amerika Serikat itu mengatakan Leavitt akan menjadi salah satu penasihat luar utamanya sekaligus tetap menjadi suara berpengaruh di Partai Republik menjelang pemilu sela Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diumumkan Trump pada Rabu (12/8). Leavitt kemudian mengonfirmasi pengunduran dirinya melalui media sosial dan menyebut keputusan itu sebagai langkah berat setelah sekitar satu setengah tahun menjalankan salah satu pekerjaan komunikasi politik paling menuntut di Washington.
Alasan utama Leavitt adalah keluarga.
Ia baru kembali bekerja setelah melahirkan anak keduanya, seorang putri bernama Viviana, pada Mei lalu. Leavitt juga memiliki seorang putra berusia dua tahun.
Dalam pernyataannya, Leavitt mengatakan dirinya merasa tidak dapat menjadi ibu terbaik bagi kedua anaknya jika pada saat yang sama harus terus mencurahkan waktu, energi, dan perhatian yang dibutuhkan untuk menjadi sekretaris pers Gedung Putih.
Namun, pengunduran diri itu tidak berarti Leavitt menjauh dari dunia politik.
Sebaliknya, Trump memastikan mantan juru bicaranya tersebut tetap berada di orbit politiknya.
Trump menyebut Leavitt akan menjadi salah satu penasihat luar utamanya dan suara berpengaruh di Partai Republik ketika pemerintahannya memasuki periode penting menuju pemilu sela.
Dengan demikian, Leavitt hanya meninggalkan jabatan pemerintahannya, bukan panggung politiknya.
Dari Podium Gedung Putih ke Strategi Politik
Selama menjabat sekretaris pers, Leavitt menjadi salah satu wajah paling dikenal dari pemerintahan Trump.
Ia dikenal sebagai pembela keras kebijakan presiden dan kerap tampil di media konservatif untuk menyampaikan agenda pemerintah sekaligus menyerang kritik dari Partai Demokrat maupun media arus utama.
Sebelum menjadi sekretaris pers, Leavitt merupakan bagian dari kampanye Trump 2024 dan pernah menjadi juru bicara MAGA Inc., super PAC yang mendukung Trump.
Ia juga pernah menjadi direktur komunikasi anggota DPR Partai Republik Elise Stefanik.
Karier politiknya bahkan pernah membawanya maju sebagai kandidat anggota Kongres dari New Hampshire pada 2022. Leavitt memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik yang diikuti 10 kandidat, tetapi kalah dalam pemilihan umum dari petahana Demokrat Chris Pappas.
Pengalaman tersebut membuat Leavitt bukan sekadar juru bicara pemerintah.
Ia merupakan bagian dari mesin politik Trump yang telah dibangun sejak masa kampanye.
Karena itu, perpindahannya dari Gedung Putih ke posisi penasihat luar dapat memberikan keuntungan politik bagi Trump. Leavitt tetap bisa menyuarakan agenda MAGA tanpa terikat secara langsung pada jabatan resmi pemerintahan.
Siapa Pengganti Leavitt?
Satu pertanyaan yang masih terbuka adalah siapa yang akan menggantikan Leavitt sebagai sekretaris pers Gedung Putih.
Trump belum mengumumkan pengganti untuk posisi tersebut.
Posisi sekretaris pers merupakan salah satu jabatan komunikasi paling penting dalam pemerintahan Amerika Serikat. Orang yang mendudukinya menjadi penghubung utama antara Gedung Putih dan media dalam menjelaskan kebijakan presiden.
Namun, gaya komunikasi pemerintahan Trump juga telah berubah.
Leavitt lebih jarang melakukan konferensi pers dibandingkan sejumlah pendahulunya. Sebaliknya, ia kerap digunakan untuk menyampaikan agenda pemerintahan melalui Fox News dan media konservatif lainnya.
Karena itu, penggantinya tidak hanya akan menghadapi tugas menjawab pertanyaan wartawan di ruang briefing Gedung Putih.
Ia juga harus mengisi peran komunikasi politik yang sangat strategis dalam pemerintahan Trump.
Pergi dari Jabatan, Bukan dari Perjuangan Politik
Bagi Leavitt, keputusan meninggalkan Gedung Putih mungkin merupakan perubahan besar dalam kehidupan pribadi.
Namun bagi Trump, kepergian tersebut tidak berarti kehilangan seorang loyalis.
Leavitt akan tetap berada di luar pemerintahan sebagai penasihat dan tokoh politik Partai Republik. Bahkan, peran barunya berpotensi membuatnya lebih leluasa berbicara dan berkampanye tanpa harus menjalankan tanggung jawab sebagai pejabat pemerintah.
Dengan pemilu sela yang semakin dekat, Trump masih membutuhkan suara-suara yang mampu mempertahankan basis MAGA dan menyerang lawan politiknya.
Leavitt telah membuktikan dirinya mampu memainkan peran tersebut.
Kini, ia hanya berpindah panggung.
Dari podium Gedung Putih, Leavitt memasuki babak baru sebagai salah satu suara politik yang tetap berada di sisi Trump.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Imlek, Ramadan dan Idul Fitri Berdekatan: Produsen Kue Keranjang di Cikarang Utara Panen Pesanan
-
Gubernur Ahmad Luthfi Cek Harga Sembako di Solo-Sragen, Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran
-
Cegah Narkoba, Pemprov Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar
-
Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Swiss Ukir Sejarah Lolos ke Perempat Final Piala Dunia Setelah 72 Tahun
-
Liga Champions: Liverpool Mengamuk, Galatasaray Dihajar 4-0 untuk Bertemu PSG di Perempat Final
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.