Insentif Kendaraan Listrik 2026: Pemerintah Siapkan Kuota 100 Ribu Mobil dan Motor EV, Subsidi Diperkirakan Rp5 Juta
Selasa, 05 Mei 2026, 20:15 WIBJakarta â Pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan insentif tersebut akan diberikan secara bertahap, dengan target awal masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan motor listrik pada tahun ini.
â100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,â kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5).
Terkait besaran subsidi, Purbaya memperkirakan insentif untuk motor listrik berada di kisaran Rp5 juta per unit. Namun, angka final serta skema lengkapnya masih akan diumumkan setelah pembahasan lintas kementerian selesai.
Ia menilai kebijakan ini penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi, terutama di tengah kenaikan harga minyak global. Selain mendorong konsumsi, insentif EV juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada BBM dan beban subsidi energi pemerintah.
âSaya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,â ujarnya.
Purbaya menambahkan, kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
âIni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ketiga dan triwulan keempat. Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,â katanya.
Industri Nasional
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan insentif kendaraan listrik semakin relevan, tidak hanya dalam konteks pengurangan emisi, tetapi juga sebagai strategi memperkuat industri nasional.
âInsentif atau stimulus itu memang dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindungi,â kata Agus.
Ia menjelaskan, tren pasar otomotif global kini mulai bergeser ke kendaraan listrik, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ketidakpastian energi yang mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar fosil.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa kewenangan penentuan skema dan bentuk insentif berada di Kementerian Keuangan.
âSoal kapan kendaraan listrik mau diberikan insentif, bagaimana bentuk insentifnya, skemanya seperti apa, mungkin bisa dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan,â ujarnya.
Selain membahas insentif EV, pemerintah juga menyoroti upaya peningkatan ekspor produk manufaktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 75â80 persen ekspor nasional berasal dari sektor manufaktur, namun sebagian besar produksinya masih diserap pasar domestik.
Pemerintah pun berupaya meningkatkan porsi ekspor tanpa mengurangi kekuatan pasar dalam negeri, sehingga sektor manufaktur dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Intelijen AS Bantu Operasi Anti-Kartel di Meksiko
-
Terganggu Oknum Minta THR, Polri Imbau Masyarakat Lapor ke 110
-
Simulasi Biaya Mobil Listrik Ini Lebih Hemat 9 Kali dari Bensin
-
Dukung Pemberdayaan Petani Perempuan, Syngenta Indonesia Luncurkan 'Putri' Petani 'Maju'
-
Lewati 70 Gol Pelé, Lionel Messi Sah Jadi Eksekutor Bola Mati Tersubur Kedua dalam Sejarah
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
-
Harga Daging dan Ayam Depok Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.