Mega Proyek Giant Sea Wall Pantura Bakal Dimulai, Pekalongan Dipertimbangkan Jadi Titik Awal
Senin, 04 Mei 2026, 18:10 WIBJAKARTA â Rencana tahap awal pembangunan Tanggul Laut Raksasa menjadi langkah fondasi dalam upaya jangka panjang melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, abrasi, dan kenaikan muka air laut.
Tahap ini umumnya difokuskan pada kajian teknis, penentuan segmen prioritas, serta penguatan desain infrastruktur agar sesuai dengan kondisi geologi dan hidrologi Pantura.
Secara strategis, pembangunan awal ini juga berfungsi menguji efektivitas model perlindungan sebelum diperluas ke skala yang lebih besar.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada sinkronisasi lintas sektor, ketersediaan pendanaan, serta mitigasi dampak lingkungan yang berpotensi muncul di sepanjang garis pantai.
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan wilayah Pekalongan dipertimbangkan untuk masuk tahap awal pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW).
"Ya dipertimbangkan. Jadi dimasukkan, sekarang kan sudah kita hitung besarannya untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80 persen itu perencanaan detailnya. Untuk yang Pekalongan kita sedang melaksanakan mitigasi," ujar Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/5).
Didit juga menambahkan bahwa terkait Pekalongan tentunya perlu ada investigasi lagi untuk perairannya, pantainya dan sebagainya tetap BOPPJ lakukan sehingga pelaksanaan kegiatan ini bisa dilaksanakan simultan.
"Makanya kami bangun dengan menggunakan cara 15 segmen. Jadi tidak harus menyambung dari barat ke timur tapi kondisi-kondisi tertentu mungkin segmen 3 yang menjadi prioritas di Pekalongan atau segmen 4 di lain titik. Itu kita lakukan intervensi di situ dengan catatan tentunya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada," katanya.
Sebagai informasi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengusulkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) agar wilayah Pekalongan dapat masuk wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) sesi pertama selain Teluk Jakarta dan Semarang-Kendal-Demak.
Kementerian PU, menurut Dody, diminta oleh BOPPJ untuk menempatkan personel di BOPPJ. Kementerian juga terus berkoordinasi dengan BOPPJ terkait pembangunan Giant Sea Wall.
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa mengungkapkan urgensi pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall untuk melindungi kontribusi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 368,3 miliar dolar AS.
BOPPJ menyampaikan bahwa urgensi pembangunan atau perlindungan Pantura Jawa itu salah satunya yang dilakukan dengan membangun Giant Sea Wall.
Selain mengalami penurunan permukaan air tanah, menurut dia, wilayah Pantura Jawa juga mengalami banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut sehingga dapat mengancam terhadap aset-aset nasional yang berada di wilayah tersebut.
Selain itu, kota-kota strategis di wilayah Pantura Jawa seperti Semarang juga mengalami penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan mengalami rob.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bundesliga Jerman: Bayern Tahan Imbang Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan Sembilan Orang
-
Alarm Harga Menyala, Inflasi Januari 2026 Tertinggi Sejak Mei 2023
-
TNI AD Bangun Jembatan Gantung Untuk Pulihkan Jalur Darat di Sumbar
-
Tambang Emas Ilegal Disikat, Polisi Musnahkan Mesin Dompeng di Rimbo Bujang
-
Wisata edukasi batik di Pekalongan
-
Selama Ramadan, Bulog Perkuat Stok Minyakita hingga 100 Ribu Ton
-
Manfaatkan Aplikasi “JAKI”, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.