Bangladesh Berduka, 294 Anak Tewas Akibat Wabah Campak, Stok Vaksin Kosong Jadi Biang Kerok?

Senin, 04 Mei 2026, 05:55 WIB

DHAKA - Krisis kesehatan akibat wabah campak di Bangladesh kian memburuk dengan total korban jiwa mencapai 294 orang sejak pertengahan Maret 2026. Data terbaru dari Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh pada Minggu (3/5) mencatat tambahan 10 kematian anak dalam 24 jam terakhir, seiring dengan melonjaknya total kasus infeksi yang kini melampaui angka 45.800.

Ibu kota Dhaka menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 149 korban jiwa, sekaligus menjadi pusat rujukan bagi pasien dari perdesaan yang membutuhkan fasilitas penunjang hidup (life support). Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan serius alat uji kesehatan di tengah penularan yang telah menjangkau 58 dari 64 distrik di seluruh negeri.

Ket. Foto: Ilustrasi campak. — Sumber: ANTARA/HO

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) bulan lalu menyatakan infeksi campak telah menyebar ke 58 dari 64 distrik di Bangladesh, atau sekitar 91 persen wilayah administratif, yang menunjukkan penularan meluas secara nasional.

Kementerian Kesehatan Bangladesh telah meluncurkan kampanye vaksinasi khusus. Sejak April, lebih dari 16,23 juta anak telah menerima vaksin.

WHO menyebut wabah tersebut berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi, terutama akibat kekosongan stok vaksin secara nasional pada periode 2024--2025.

Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan terutama menyerang anak-anak. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kematian, terutama pada anak yang mengalami gizi buruk atau belum divaksinasi.

Campak juga masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi di seluruh dunia.

  • bangladesh
  • imunisasi
  • who
  • wabah campak
  • kematian anak
  • stok vaksin

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.