Indonesia-Tiongkok Luncurkan QRIS Lintas Perbatasan
Jumat, 01 Mei 2026, 13:07 WIBJAKARTA - QRIS lintas negara atau QRIS cross-border antara Indonesia dan Tiongkok diluncurkan sebagai inovasi di sektor pembayaran digital.
Inisiatif yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada Kamis (30/4) ini memungkinkan pengguna dari kedua negara untuk melakukan pembayaran ritel dengan lancar melalui pemindaian kode QR lintas perbatasan.
Sistem ini diharapkan dapat mendukung pariwisata, aktivitas perdagangan, dan pertukaran antarmasyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas pembayaran regional di seluruh Asia.
Kolaborasi ini mencerminkan upaya yang lebih luas dari Bank Indonesia untuk mempromosikan transaksi mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada mata uang cadangan global dalam pembayaran lintas perbatasan, khususnya dolar AS.
Berbicara dalam upacara peluncuran di Jakarta, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan bahwa interkoneksi ini menunjukkan kemajuan nyata dalam integrasi keuangan bilateral.
Inisiatif ini dibangun di atas mekanisme penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal (local currency settlement/LCS) langsung antara rupiah Indonesia dan yuan Tiongkok, yang memungkinkan transaksi tanpa melibatkan mata uang pihak ketiga. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi risiko nilai tukar, menurunkan biaya transaksi, dan meningkatkan otonomi keuangan bagi kedua negara.
Sementara itu, Liu Yue, assistant country manager di Bank of China Cabang Jakarta, menyoroti peran lembaga keuangan dalam memastikan efisiensi arus pertukaran dan penyelesaian transaksi mata uang.
Xie Dai, wakil manajer umum UnionPay International Asia Tenggara, mengatakan proyek ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam menyederhanakan pembayaran lintas perbatasan.
"Hal ini membuat pembayaran lintas perbatasan menjadi lebih lancar dan sederhana. Di masa lalu, pelaku perjalanan perlu menukar mata uang atau menarik uang tunai, tetapi sekarang mereka dapat langsung memindai kode QR menggunakan platform yang sudah dikenal seperti aplikasi UnionPay Yunshanfu atau aplikasi Alipay," ujarnya.
"Penggunaan mekanisme transaksi menggunakan mata uang lokal, terutama kuotasi langsung antara rupiah dan yuan, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen," ungkap Liu, seraya menyebut interkoneksi QR juga mengatasi tantangan pembayaran yang telah lama dihadapi oleh wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis.
Di luar integrasi teknis, inisiatif ini juga dipandang sebagai bagian dari visi strategis yang lebih luas untuk kedaulatan digital dan inovasi.
Peluncuran ini terjadi di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia. Bank Indonesia melaporkan 14,39 miliar transaksi digital pada kuartal pertama 2026, naik 33,76 persen secara tahunan. Transaksi QRIS sendiri melonjak sebesar 119 persen, didorong oleh peningkatan adopsi di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta pengguna ritel. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pasar Baru Segera Direvitalisasi Besar-besaran
-
Kremlin: Aneksasi Tanah Ukraina Tak Bisa Dinegosiasikan
-
Banjir Hancurkan Saluran Irigasi, Pertanian Aceh Tengah Terbengkalai
-
Menuju Fase Penentuan WTE Danantara, Analis Soroti Potensi Kejutan Termasuk Nama DAAZ
-
Trump Tak Ingin Lepas US Steel Ke Jepang
-
Bupati: 2.200 Pelajar Kepulauan Seribu Dapat Kacamata Gratis
-
Apa Alasan Kota Semarang Menjadi Contoh Ruang Bersama Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.