Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Papua Tengah Latih Mama Papua Kelola Pangan Lokal untuk Program MBG

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Tengah Latih Mama Papua Kelola Pangan Lokal untuk Program MBG Doc: Antara
Ket. Kepala DP3AKB Papua Tengah Agustinus Bagau.

Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memprogramkan pelatihan bagi mama-mama Papua di kampung agar mereka mampu mengelola pangan lokal guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Papua Tengah Agustinus Bagau di Nabire, Kamis (30/4), mengatakan program pelatihan tersebut menjadi prioritas Gubernur Papua Tengah.

“Kami dipercaya sebagai OPD melatih mama Papua agar mampu mengolah makanan lokal di wilayah masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan pelatihan tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut dia, mama Papua dilatih mengolah bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, dan umbi-umbian sebagai alternatif sumber gizi, sehingga tidak bergantung pada beras atau pasokan dari luar daerah.

Selain mendukung pemenuhan gizi, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di kampung. Dengan begitu mama Papua bisa produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ketika dapur SPPG dibangun, mama-mama yang sudah dilatih ini bisa langsung bekerja sebagai penyedia makanan bergizi bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah memetakan lokasi pembangunan dapur SPPG 3T di delapan kabupaten di Papua Tengah, sehingga pelatihan dapat dilakukan tepat sasaran di sekitar titik dapur.

Ke depan, program ini juga akan dikembangkan dengan mendorong masyarakat menanam dan mengelola bahan pangan lokal secara berkelanjutan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire Marsel Asyerem mengapresiasi langkah Pemprov Papua Tengah yang dinilai cepat dalam menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan daerah.

“Ini langkah terobosan yang sangat baik, karena tenaga dapur memang harus melalui pelatihan agar bekerja sesuai standar operasional,” ujarnya.

Ia menyebut, khusus wilayah Nabire dibutuhkan sekitar 50 titik dapur SPPG di daerah 3T, sehingga pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan program MBG.

Menurut Marsel, keterlibatan mama Papua juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.

“Selain itu, penerima manfaat program ini adalah anak-anak mereka sendiri, sehingga partisipasi masyarakat menjadi lebih kuat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
TNI Ajak OPM yang Masih di ...
Nasional
Kemenhub Siap Percepat Peng...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.