Polisi Siagakan Posko di RSUD Bekasi, Kawal Penanganan 22 Korban Kecelakaan Kereta

Rabu, 29 Apr 2026, 18:12 WIB

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyiagakan posko pelayanan di RSUD Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Posko tersebut didirikan melalui jajaran Polsek Bekasi Selatan guna memastikan seluruh proses pelayanan berjalan aman dan tertib.

Kehadiran aparat kepolisian di lokasi difokuskan untuk membantu kelancaran pelayanan medis terhadap para korban sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga yang sedang menunggu proses penanganan di rumah sakit.

Ket. Foto: Polda Metro Jaya menyiagakan posko pelayanan di RSUD Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Posko tersebut didirikan melalui jajaran Polsek Bekasi Selatan guna memastikan seluruh proses pelayanan berjalan aman dan tertib. — Sumber: Polda Metro Jaya

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, personel kepolisian telah disiagakan secara khusus untuk membantu operasional pelayanan di RSUD Kota Bekasi. Polisi juga melakukan pengaturan situasi agar kondisi tetap kondusif.

"Kami memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan optimal. Personel hadir untuk mendukung kelancaran pelayanan medis, sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga korban," ujar Kusumo.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 22 korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Para korban mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing dengan dukungan penuh dari tim rumah sakit dan pihak terkait.

Selain mendukung pelayanan medis, polisi juga membantu pengaturan di area rumah sakit, termasuk mengatur arus keluar masuk keluarga korban dan memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan selama proses penanganan berlangsung.

Menurut Kusumo, kehadiran posko pelayanan ini bukan hanya untuk aspek pengamanan semata, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.

"Prinsipnya, kami hadir untuk melayani. Korban dan keluarga harus mendapatkan pendampingan yang baik, sementara situasi di rumah sakit tetap kami jaga agar kondusif," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap korban dan keluarga menjadi prioritas penting agar mereka tidak merasa sendiri menghadapi situasi sulit pascakecelakaan tersebut. Dukungan psikologis dan rasa aman dinilai sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti ini.

Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit serta instansi terkait lainnya untuk memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar proses evakuasi hingga pemulihan berjalan lancar.

Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur sendiri menjadi perhatian serius berbagai pihak karena menimbulkan korban luka yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Pemerintah dan aparat berupaya memastikan seluruh korban memperoleh layanan terbaik.

Dengan adanya posko pelayanan ini, diharapkan proses penanganan korban dapat berjalan lebih efektif, sementara keluarga korban memperoleh informasi dan pendampingan yang jelas selama masa perawatan berlangsung.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.