Bukan Cuma 17 Provinsi! Tahun Ini 26 Wilayah Kebagian Jagung Murah, Daerahmu Masuk Nggak?
Rabu, 29 Apr 2026, 08:53 WIBJAKARTA â Pemerintah mulai menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan pekan ini menyusul lonjakan harga jagung di tingkat peternak yang menembus Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp5.800 per kilogram.
Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono menyebut penugasan ke Perum Bulog sudah terbit dan verifikasi data penerima bersama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan telah rampung.
"Seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya yang sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung. Minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan," kata Maino dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/4).
Sasar 53 Juta Ekor Unggas
Program ini menyasar lebih dari 5 ribu peternak skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas di 26 provinsi. Daftar penerima mengacu pada SK Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.
Total alokasi SPHP jagung pakan mencapai 242 ribu ton dan akan disalurkan hingga akhir 2026. Maino menjelaskan cakupan tahun ini lebih luas dibanding 2025 yang hanya 17 provinsi. "Provinsi lain yang selama ini belum terinformasikan atau belum mengajukan, di 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementan," ujarnya.
Pertimbangan penyaluran hingga akhir tahun, kata Maino, untuk membantu peternak kecil yang kemampuan finansialnya terbatas dalam pengadaan jagung. Dari total 242 ribu ton, sekitar 213,1 ribu ton akan disalurkan pada tahap ini. Sisanya 28,8 ribu ton disiapkan untuk antisipasi usulan peternak baru, termasuk peternak babi yang masih berproses di tingkat kabupaten/kota.
Harga Ditetapkan Rp5.000-Rp5.500/Kg
Bapanas mematok harga jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog, dan maksimal Rp5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan lewat koperasi atau asosiasi kepada anggota yang terdaftar di SK Mentan.
Maino menekankan, distribusi ke sentra produksi jagung tetap memperhatikan periode panen raya serta harga di tingkat petani dan peternak. Langkah ini untuk mencegah harga jagung jatuh terlalu dalam di petani.
Berdasarkan pantauan Bapanas per 27 April 2026, harga jagung di peternak mencapai Rp6.758 per kg atau 16,52 persen di atas HAP konsumen. Kenaikan harga pakan ini berpotensi merembet ke harga telur dan daging ayam ras.
Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi*
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut daging ayam ras dan emas perhiasan sebagai penyumbang inflasi tahun kalender terbesar hingga Maret 2026. "Khusus emas perhiasan dan daging ayam ras selama 2 bulan, dari Januari sampai Februari ini memberikan andil inflasi," kata Ateng.
Meski begitu, BPS mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur dan daging ayam ras pada pekan keempat April justru menurun. Untuk telur ayam ras, 98 kabupaten/kota mencatat kenaikan IPH, sementara 184 daerah mengalami penurunan.
Kondisi serupa terjadi pada daging ayam ras. Sebanyak 89 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH, sedangkan 203 daerah mencatatkan penurunan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Bocoran 28 Nama Pilihan Nova Arianto: Skuad Mewah Timnas U-20 Siap Guncang Surabaya
-
Giorgio Chiellini Soroti Wasit dan VAR saat Juventus Takluk dari Inter di Giuseppe Meazza
-
SPHP Jagung Mulai Disalurkan, Tekan Fluktuasi Harga Pakan di Tingkat Peternak
-
UMKM Unggulan Astra hadir di GIIAS 2025
-
Program MicroDOTS Resmi Diluncurkan, UMKM Pontianak Kini Dapat Layanan Supermudah
-
Cavaliers Kejutkan Pemuncak Wilayah Timur
-
Kementan Salurkan Bantuan bagi Peternak Terdampak Erupsi Semeru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.