Kado HUT RI untuk Warga, RSUD Meulaboh Kini Punya Layanan Jantung Terpadu
Selasa, 18 Agu 2026, 04:06 WIBMEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meluncurkan layanan jantung terpadu dan sejumlah fasilitas kesehatan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, bagi masyarakat di HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Peluncuran layanan kesehatan jantung terpadu ini sebagai kado peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, guna meningkatkan mutu pelayanan medis bagi masyarakat," kata Bupati Aceh Barat Tarmizi, di Meulaboh, Senin.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk melengkapi sarana medis vital, seperti CT Scan, mamografi, hingga mesin generator oksigen.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memangkas ketergantungan warga terhadap rujukan ke luar daerah, seperti ke RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.
Bupati Tarmizi mengatakan peresmian pusat layanan jantung terpadu itu mencakup fasilitas Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi), Poliklinik Jantung, Treadmill, hingga unit Echocardiography (ECHO).
Menurutnya, pengoperasian Cath Lab menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan penanganan medis pasien jantung di Kabupaten Aceh Barat.
Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 4.800 pasien jantung menjalani perawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat baik rawat jalan maupun rawat inap.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen pasien terpaksa dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan alat tindakan.
Tarmizi menjelaskan, peralatan Cath Lab tersebut sebenarnya telah dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp11 miliar.
Namun, akibat kendala teknis dan pembiayaan, alat tersebut sempat tidak difungsikan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil dioperasikan pada tahun 2026.
Guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah strategis melalui kolaborasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta.
Melalui skema kemitraan tersebut, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh berhasil memperoleh dukungan dana CSR sebesar Rp9,6 miliar dari PT Mifa Bersaudara.
Alokasi dana ini dimanfaatkan untuk pengadaan fasilitas medis pendukung, di antaranya 56 unit tempat tidur (bed) dan alat kesehatan untuk ruang KRIS (Kelas Rawat Inap Standar), serta 2 unit armada ambulans baru.
Ke depan, pemenuhan kebutuhan sarana kesehatan bernilai besar akan terus diusulkan melalui sinergi CSR secara berkelanjutan.
Selain penambahan alat medis dan ambulans, kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga ditingkatkan. Ketersediaan tempat tidur IGD yang sebelumnya hanya berjumlah 15 bed kini bertambah 10 âââââââbed baru, sehingga total daya tampung IGD mencapai 25 bed.
Penambahan ini diharapkan dapat mengatasi kendala penolakan pasien akibat keterbatasan ruang perawatan darurat, katanya.
Di samping pembenahan sarana fisik, pihak manajemen juga menegaskan pentingnya reformasi kualitas pelayanan.
Penataan sistem kerja, penerapan jam besuk pasien, hingga pengawasan disiplin petugas medis dan operasional ambulans diperketat untuk memastikan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Dengan hadirnya pusat jantung terpadu dan penambahan berbagai sarana pendukung ini, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, mandiri, dan berorientasi pada keselamatan jiwa masyarakat Aceh Barat, demikian Tarmizi.
Berita Terkait:
-
KUR Terus Diperluas untuk Mendukung Pengembangan UMKM
-
Prancis Akan Menjual Gelombang Pertama 16 Jet Tempur Rafale kepada Ukraina
-
Perjuangan Warga Perang Tiket demi Bisa Mengikuti Upacara Peringatan HUT RI di Istana
-
Tiongkok Pecat Eks Petinggi Partai Komunis
-
Mobil Patroli Trantib Bantu Antar Pelajar Pedalaman di Aceh Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.