- Home
-
- Luar Negeri
-
- Syarat Gencatan Senjata Le...
Syarat Gencatan Senjata Lebanon untuk Negosiasi Langsung dengan Israel
Selasa, 28 Apr 2026, 01:25 WIBBEIRUT -Â Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan syarat mutlak bagi Beirut sebelum melanjutkan langkah negosiasi lebih jauh dengan pihak Israel.Â
"Gencatan senjata adalah langkah pertama yang diperlukan untuk negosiasi selanjutnya. Inilah yang kami tegaskan kembali pada dua pertemuan duta besar pada 14 dan 23 April," kata Aoun seperti dikutip oleh kantornya selama pertemuan dengan delegasi dari distrik-distrik Lebanon selatan.
Pemimpin Lebanon itu mengatakan bahwa pemerintah telah dikritik di dalam negeri karena keputusannya untuk memulai pembicaraan langsung dengan Israel meskipun tidak ada konsensus nasional.
"Saya bertanya kepada Anda: ketika Anda memulai perang, apakah Anda terlebih dahulu mencapai konsensus nasional?" kata Aoun, merujuk pada gerakan Hizbullah Lebanon.
Presiden menanggapi tuduhan bahwa Beirut menyetujui negosiasi dari posisi yang lemah.
âBahkan sebelum negosiasi dimulai, beberapa pihak mulai membuat tuduhan dan berbicara tentang 'pengkhianatan,' mengklaim bahwa kita memasuki negosiasi dari posisi menyerah. Kami menjawab mereka: tunggu negosiasi dimulai dan nilai berdasarkan hasilnya,â ujarnya.
Aoun menekankan bahwa warga Lebanon selatan terus menderita akibat perang yang dilancarkan Hizbullah demi mendukung warga Gaza dan Iran.
âTugas saya adalah bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat dan memimpin negara di jalan keselamatan, dalam kerangka prinsip-prinsip yang telah saya tetapkan. Tujuan saya adalah untuk mengakhiri perang dengan Israel, serupa dengan perjanjian gencatan senjata. Apakah perjanjian gencatan senjata itu memalukan? Saya tidak akan menerima perjanjian yang memalukan,â kata Aoun, menegaskan.
Sementara itu, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyerukan otoritas Lebanon untuk meninggalkan negosiasi langsung dengan Israel dan membatalkan keputusan untuk melarang kegiatan militer perlawanan Syiah di negara itu.
Ia menekankan bahwa perjanjian yang dicapai selama pembicaraan tidak akan diakui oleh Hizbullah dalam bentuk apa pun.
Meskipun gencatan senjata masih berlangsung, pesawat dan artileri Israel terus melancarkan serangan harian di Lebanon selatan.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, 14 korban tewas dalam serangan Israel, hanya pada 26 April.
Hizbullah menanggapi dengan menyerang personel militer Israel di sepanjang perbatasan.
- konflik timur tengah
- gencatan senjata
- israel
- lebanon
- joseph aoun
- hizbullah
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Produksi Kerajinan Panjang Mulud di Kota Serang Meningkat
-
InJourney Pastikan MotoGP 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika, Optimistis Dongkrak Ekonomi Nasional dan Serap Ribuan Pekerja
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
Iklim Berubah, Ekonomi Harus Ikut Berubah: Bappenas Dorong Ekonomi Hijau
-
Gempa M 5,0 Guncang Manggarai, NTT! Ini Kabar Terbaru dari BMKG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.