KRL vs Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur: 4 Tewas, 5 Penumpang Masih Terjepit

Selasa, 28 Apr 2026, 02:20 WIB

Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan masih terdapat lima penumpang yang terjepit di rangkaian gerbong kereta api pascainsiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Hingga Selasa (28/4) dini hari pukul 01.45 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

Ket. Foto: Kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. — Sumber: Antara

Insiden tersebut terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Pemerintah Kota Bekasi langsung mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu penanganan darurat, termasuk tenaga kesehatan, armada ambulans, serta koordinasi dengan rumah sakit rujukan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan prioritas utama pemerintah daerah adalah keselamatan dan percepatan penanganan korban.

“Prioritas utama kami malam ini adalah keselamatan dan penanganan korban. Semua harus tertangani cepat dan tepat,” ujarnya di lokasi kejadian, Senin malam.

Ia memastikan seluruh rumah sakit di sekitar lokasi telah disiagakan untuk menerima korban, di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya.

Pemkot Bekasi juga menyiapkan posko informasi bagi keluarga korban serta memberikan pendampingan di lokasi kejadian maupun fasilitas kesehatan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak berkerumun di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar.

“Mohon masyarakat memberi ruang kepada petugas untuk bekerja. Informasi resmi akan disampaikan secara berkala,” kata Tri.

Proses Evakuasi

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban.

Ia juga meninjau langsung lokasi kejadian dan menyampaikan bahwa pendataan jumlah korban masih terus dilakukan.

“Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta mendukung investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut dan memfokuskan seluruh upaya pada evakuasi penumpang serta penanganan korban.

KRL Commuter Line yang menuju arah timur diketahui sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur sebelum ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat pada jalur yang sama.

Hingga laporan ini diturunkan, empat penumpang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, sementara proses evakuasi masih terus berlangsung.

  • Tabrakan Kereta Bekasi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.