Penetapan Status Siaga untuk Memperkuat Pencegahan Karhutla di Wilayah Cirebon

Minggu, 02 Agu 2026, 23:01 WIB

Cirebon - Bupati Cirebon Imron menyebutkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Cirebon, Jawa Barat, bertujuan memperkuat upaya pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau 2026.

“Status siaga darurat itu berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026,” kata Imron di Cirebon, Minggu.

Ket. Foto: Petugas gabungan saat melakukan simulasi penanganan karhutla di Majalengka, Jawa Barat. — Sumber: Antara

Ia menjelaskan penetapan tersebut diambil berdasarkan prakiraan musim kemarau dari BMKG yang menyebut Kabupaten Cirebon berpotensi mengalami kekeringan, krisis air bersih, gangguan pada sektor pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Penetapan status siaga darurat, kata dia, merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat melalui penguatan sinergi serta kolaborasi.

“Langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Ia menyampaikan melalui penetapan status siaga darurat tersebut, pemerintah daerah akan mengoptimalkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Selain itu, kata dia, koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kekeringan maupun karhutla.

Pihaknya pun berupaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta mengurangi dampak musim kemarau, utamanya terhadap sektor pertanian dan lingkungan.

“Pada saat yang sama, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu kebakaran,” katanya.

Imron meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat terkait, apabila menemukan indikasi kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Kami berharap kolaborasi pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat dapat memperkuat kesiapsiagaan selama musim kemarau sehingga risiko kekeringan dan karhutla di daerah tersebut dapat ditekan,” ucap dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.