Pengamat Sepak Bola: Indonesia Layak Jadi Tujuan Tur Pramusim Klub-Klub Eropa

Minggu, 02 Agu 2026, 22:43 WIB

JAKARTA - Indonesia kembali menjadi destinasi tur pramusim klub-klub elite Eropa pada 2026. Aston Villa, Chelsea, dan AC Milan bulan ini berkunjung dan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kembalinya klub-klub besar Eropa mengakhiri penantian lebih dari satu dekade. Sebelumnya, Indonesia terakhir menjadi tuan rumah tur klub elite Eropa pada 2015, saat AS Roma bertandang.

Ket. Foto: — Sumber: Dok Sound Rhythm

Pengamat sepak bola Hendry van Welas menilai besarnya basis suporter menjadi alasan utama Indonesia kembali dilirik. Menurut dia, nilai komersial sepak bola Indonesia juga semakin menarik bagi klub-klub Eropa.

"Indonesia memiliki basis suporter yang sangat besar dan militan. Nilai komersialnya juga tinggi karena sepak bola sekarang sudah menjadi industri," kata Hendry, Minggu (2/8).

Selain potensi pasar, Hendry menilai kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam menarik minat klub-klub Eropa. Stadion berstandar internasional serta peningkatan aspek keamanan dinilai memberi kepercayaan lebih kepada penyelenggara.

Hendry menyebut Indonesia kini menjadi destinasi yang menjanjikan untuk agenda pramusim. Antusiasme suporter yang rela membeli tiket bernilai jutaan rupiah menunjukkan pasar sepak bola nasional semakin kuat.

Menurut Hendry, keberhasilan penyelenggaraan tur pramusim juga menjadi modal penting bagi sepak bola Indonesia. Pengalaman menggelar laga internasional dinilai dapat meningkatkan kepercayaan dari sponsor, investor, hingga federasi dunia.

Ia berharap tren positif ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Kehadiran klub-klub elite Eropa diyakini dapat memperkuat citra Indonesia sebagai pasar sepak bola utama di kawasan Asia.

Hendry juga menilai kehadiran klub-klub elite Eropa memberi manfaat besar bagi perkembangan sepak bola nasional. Pemain Indonesia, lanjut dia, mendapat pengalaman berharga dengan menghadapi lawan berlevel tinggi secara langsung.

“Seperti saat tim Indonesia All Stars menghadapi Aston Villa kemarin. Para pemain kita bisa menjajal kemampuan mereka dan juga mengasah mental, terutama faktor-faktor psikologi,” kata dia.

Menurut dia, PSSI tidak usah melihat hasil akhir pertandingan. “Yang perlu kita garisbawahi mereka punya pengalaman dan mental yang sejajar dengan pemain Eropa dan itu baik untuk karir mereka,” ujar Hendry.

Pengalaman tersebut, lanjut dia, tidak hanya meningkatkan kualitas teknis pemain. Mental bertanding dan kepercayaan diri pemain muda juga akan berkembang setelah merasakan atmosfer sepak bola Eropa. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.