Aksi Jemput Bola dalam Menanggulangi Tingginya Putus Sekolah
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim PenulisBandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan seluruh kepala desa dan aparat dinas pendidikan wilayah untuk melakukan aksi "jemput bola" dengan mendatangi rumah anak-anak yang putus sekolah.
Langkah reaktif dengan meminta mereka kembali mengenyam bangku pendidikan ini, diambil sebagai respons atas data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi di Indonesia.
"Kami akan mendata anak tidak sekolah, lalu mereka akan didatangi oleh aparat terkait, mulai dari kepala desa, dinas pendidikan, hingga pengawas sekolah, untuk didorong kembali bersekolah," kata Dedi di Bandung, Selasa.
Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi alasan anak berhenti sekolah.
Ia menjamin akses pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu, baik di jenjang sekolah negeri maupun swasta, terutama untuk tingkat pendidikan dasar yang kini sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Masalah anak tidak sekolah, terutama di pendidikan dasar, menjadi perhatian utama kami. Solusinya adalah memastikan sekolah gratis bagi masyarakat tidak mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta," ujarnya.
Dedi menekankan bahwa pendekatan administratif saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Diperlukan intervensi sosial langsung di lapangan agar pemerintah benar-benar memahami hambatan yang dihadapi setiap keluarga.
Selain aksi jemput bola, Pemprov Jabar tengah mengkaji kesiapan infrastruktur teknologi dan pemetaan data untuk kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai alternatif bagi siswa yang terkendala akses fisik ke sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ke depan, akan dilakukan pemetaan dan pendataan untuk memastikan implementasi PJJ berjalan efektif," katanya menambahkan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), terdapat sebanyak 106.196 anak di Jawa Barat yang saat ini tidak mengenyam pendidikan formal.
Melalui kombinasi kebijakan pembiayaan penuh, pendataan aktif hingga tingkat desa, serta kesiapan sistem digital, Dedi optimistis angka putus sekolah di Jawa Barat dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!