Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibayangi Aksi “Risk Off”, 27 April 2026

24 Senin, 27 Apr 2026, 08:40 WIB | Oleh:
Dibayangi Aksi “Risk Off”, 27 April 2026 Dibayangi Aksi “Risk Off”, 27 April 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah pada awal pekan diperkirakan ber­gerak fluktuatif dengan kecenderungan tertekan, seiring belum adanya kepastian penyelesaian konflik di Timur Te­ngah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Isra­el. Ketidakpastian ini mendorong sentimen risk-off di pasar global, di mana investor cenderung beralih ke aset aman, seperti dollar AS, sehingga menekan mata uang emerging market termasuk rupiah.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Le­ong melihat sentimen utama yang memengaruhi rupiah saat ini masih terkait perkembangan di Timur Tengah, khu­susnya rencana perundingan AS dan Iran. Selama belum ada kepastian hasil dari pertemuan tersebut, tekanan ter­hadap rupiah masih akan berlanjut.

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Senin (27/4), bergerak di kisaran 17.200 – 17.350 ru­piah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (24/4), menguat 57 poin atau 0,33 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.229 rupiah per dollar AS. “Rupiah menguat ditopang keya­kinan pemerintah bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini dalam posisi kuat menghadapi te­kanan akibat konflik di Timur Tengah yang membuat harga komoditas energi melonjak,” jelas pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi.

Dia menambahkan saat harga minyak mentah bergejo­lak tinggi, dan nilainya di atas asumsi makro APBN 2026, yakni di atas 100 dollar AS per barel, pemerintah masih bisa menahan kenaikan harga, khususnya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam negeri tanpa harus menguras ca­dangan APBN dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kini, SAL pemerintah dengan total nominal 423 triliun ru­piah disebut belum terpakai untuk menghadapi tekanan belanja subsidi akibat kenaikan harga komoditas energi.

SAL disebut menjadi sumber uang terakhir bagi peme­rintah apabila anggaran belanja sudah tak mampu mena­han target defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan kemampuan APBN yang masih me­lakukan efisiensi dan realokasi belanja-belanja ke sektor prioritas, lanjutnya, pemerintah mengaku masih tenang untuk mengelola defisit APBN 2026 sesuai target di bawah 3 persen dari PDB, sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Bank Indonesia (BI) turut menegaskan bakal memaksi­malkan seluruh bauran kebijakan moneter. Intervensi di­lakukan secara simultan di pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF), pasar spot, serta pasar domestik Domes­tic Non-Deliverable Forward (DNDF). “Tidak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk mela­lui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore, seba­gai upaya untuk memperkuat stabilitas mata uang rupiah sekaligus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam bertransaksi,” kata Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Luar Negeri
Prancis Kerahkan Ribuan Pol...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.