Pemprov Jawa Tengah Terus Bidik Investor Industri Hijau
Kamis, 23 Apr 2026, 08:00 WIBSEMARANG â Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bergerilya menggaet investor sektor industri hijau untuk menanamkan modal di wilayah tersebut, termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Magelang yang telah beroperasi awal April 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari, di Semarang, Rabu (22/4), menyebutkan nilai investasi sektor energi terbarukan di Jateng pada 2024â2025 mencapai Rp7,1 triliun.
Perinciannya, penanaman modal industri energi terbarukan di Jateng pada 2024 sebesar Rp5,7 triliun, sementara pada 2025 sebesar Rp1,4 triliun.
"Nilai investasi 2025 dibanding 2024 terlihat menurun. Hal ini karena pada 2024 masih dalam tahap pembangunan, pembelian lahan, dan belanja modal. Sementara pada 2025 pabrik sudah mulai beroperasi," katanya.
Ia menjelaskan sektor industri hijau yang telah menanamkan modal di Jawa Tengah, antara lain pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan KEK Kendal.
"Kemudian, yang baru diresmikan Presiden di Kabupaten Magelang adalah pabrik perakitan kendaraan listrik, terutama bus, truk, dan forklift," katanya.
Untuk menarik calon investor, kata dia, pihaknya melakukan sejumlah langkah, di antaranya menginventarisasi potensi energi baru terbarukan (EBT) di 35 kabupaten/kota.
Potensi tersebut kemudian dirangkum dalam Investment Project Ready to Offer (IPRO), dan ditawarkan kepada calon investor melalui forum seperti Central Java Investment Business Forum (CJIBF).
Menurut dia, peluang investasi hijau yang masih dapat dikembangkan, antara lain potensi panas bumi di Banjarnegara dan Wonosobo, energi bayu, serta pengelolaan sampah di 35 kabupaten/kota.Â
Sementara itu, analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, mengatakan ada tiga potensi energi baru terbarukan yang layak dikembangkan dari sisi profitabilitas, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
"Potensi terbesar di Jawa Tengah adalah PLTS di 12 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten, dengan potensi energi mencapai 13 gigawatt," katanya.
Hal tersebut sejalan dengan proyeksi kebutuhan listrik di Jateng yang terus meningkat, sebagaimana data RUPTL PLN bahwa konsumsi listrik di wilayah tersebut meningkat 4,5 persen dalam 10 tahun terakhir.
"Dalam empat tahun terakhir bahkan terjadi peningkatan signifikan hingga 5,3 persen. Artinya, ada kebutuhan yang perlu disuplai oleh EBT, sehingga ini menjadi peluang besar," kata Zakki.
- Pemprov Jawa Tengah
- Investor Industri Hijau
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia Melangkah ke Final Setelah Kalahkan Jepang 5-3
-
Viral, Tak Tunggu Anggaran Pemerintah, Petani Blora Gotong Royong Cor Jalan Pakai Uang Urunan
-
iCIO Awards Apresiasi Empat Pemimpin Teknologi Visioner di Indonesia
-
Diversifikasi Energi, Pertamina Tengah Bidik Pengembangan Kilang Modular dan DME
-
Australia Evakuasi Pejabatnya dari UEA
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Kejar Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari
-
Wamendagri Bima Arya Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.