Mentrans: Pemerintah Dorong Industrialisasi Pertanian Ubi Jalar Kawasan Transmigrasi
Kamis, 23 Apr 2026, 19:50 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong peningkatan sektor industrialisasi pertanian ubi jalar di kawasan transmigrasi melalui kolaborasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad). Untuk itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong pengembangan produksi ubi jalar hingga pengolahan produk melalui industrialisasi
Iftitah menyebut pihaknya terus memperkuat langkah transformasi transmigrasi melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan. Menurut dia, kolaborasi ini diharapkan terbuka peluang usaha baru, peningkatan pendapatan, serta penguatan ekonomi di kawasan transmigrasi.
"Kementerian Transmigrasi memiliki kekuatan pada lahan dan tenaga kerja transmigran, kami masih membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sinilah peran Unpad sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat menjadi sangat penting," kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Kamis (23/4).
Menteri Iftitah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem utuh, mulai dari riset, produksi, investasi, hingga pasar. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan nyata di kawasan transmigrasi.
âKami akan menghubungkan kekuatan lahan transmigrasi, tenaga kerja, teknologi dari kampus, dukungan investasi, hingga kepastian pasar atau off-taker. Jika semua ini terintegrasi, hasilnya akan maksimal dan menguntungkan semua pihak, terutama masyarakat,â ucap dia.
Sementara itu Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan pihaknya saat ini tengah mengembangkan pusat riset dan inovasi ubi jalar. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam hal industrialisasi sektor pertanian.
âKami mengembangkan pusat ubi jalar di Unpad yang diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk Jawa Barat, tetapi skala nasional. Kami berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi, khususnya dengan masyarakat di kawasan transmigrasi, mulai dari pembibitan hingga pengembangan di lapangan,â ujar dia.
Arief menjelaskan, penguatan riset bibit unggul dan pengembangan skala industri menjadi kunci. Hal ini agar komoditas pangan dan pertanian dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
âSelama ini kami sudah memiliki kebun percontohan dan membina petani, namun skalanya masih terbatas. Dengan dukungan Kementerian Transmigrasi, kami optimistis pengembangan ini bisa diperluas dan memberikan manfaat lebih besar,â papar Arief.
Arief menambahkan, potensi ubi jalar sangat besar, namun kualitas ekspor saat ini masih terbatas. Ia juga menugaskan produksi yang tidak masuk kategori ekspor akan diarahkan untuk hilirisasi.
âTotal produksi, baru sekitar 15 persen yang memenuhi standar ekspor, padahal permintaan Jepang dan Korea Selatan sangat tinggi. Dengan dukungan riset dan teknologi, kita targetkan bisa meningkat hingga 50 persen,â ucap dia.
Kolaborasi ini sejalan dengan konsep PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence). Konsep tersebut mengusung semangat Centre of Excellence Patriot, yaitu membangun ekosistem inovasi dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara Kementerian Transmigrasi dan Unpad, pengembangan ubi jalar diharapkan menjadi model baru dalam Transformasi Transmigrasi. Hal tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan arahan Presiden. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Implementasi KDMP Harus Berbasis pada Kesiapan Masing-Masing Desa
-
Koleksi Voneworld x Sarah Sofyan Vol II yang Menyatukan Kemewahan dan Kepedulian
-
Satpol PP Bakal Patroli, Pemkot Bandung Mulai Berlakukan Jam Malam bagi Pelajar
-
Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025
-
Upskilling Jadi Senjata Lulusan Vokasi untuk Rebut Peluang Kerja Lokal hingga Global
-
Anggota DPR: Revisi UU Haji Penting untuk Menjamin Perlindungan Hak Jemaah
-
Jejak Epstein di Silicon Valley Terungkap dari Dokumen DOJ
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.