Jejak Epstein di Silicon Valley Terungkap dari Dokumen DOJ

Jumat, 06 Feb 2026, 18:38 WIB

WASHINGTON - Terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein memiliki jaringan luas di Silicon Valley dan menanamkan modal pada sejumlah perusahaan rintisan teknologi terkemuka, The New York Times (NYT) melaporkan pada Kamis (5/2), mengutip dokumen Departemen Kehakiman (DOJ) AS.

"Oke. Saya punya waktu luang antara tengah hari sampai jam 3 sore ini. Tidak terlalu penting, tetapi akan menyenangkan jika bisa bertemu dengannya [Epstein] jika memungkinkan. Apakah [pertemuan] ini penting baginya?" tulis seorang pendiri bursa kripto Coinbase, Fred Ehrsam, dalam surel pada Desember 2014.

Ket. Foto: Gedung Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ) di Washington, Amerika Serikat, 2023. — Sumber: Xinhua/Aaron Schwartz

Pada tahun yang sama, Epstein berinvestasi 3 juta dolar AS (sekitar Rp48,6 miliar) di Coinbase, yang saat itu masih perusahaan rintisan.

Laporan NYT itu juga menyebutkan bahwa miliarder teknologi Peter Thiel memberi saran investasi kepada Epstein, termasuk kemungkinan mendanai layanan musik Spotify dan perusahaan perangkat lunak milik Thiel, Palantir.

Belum jelas apakah Epstein akhirnya berinvestasi di Palantir, tetapi ia tercatat menanamkan modal 40 juta dolar AS di perusahaan Thiel lainnya, Valar Ventures, sebut laporan itu.

Disebutkan pula bahwa Epstein mendanai sejumlah proyek teknologi dan kripto lainnya, termasuk di perusahaan teknologi Jawbone dengan nilai investasi hampir 12 juta dolar AS.

Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rampungnya publikasi dokumen kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru itu, total berkas yang dirilis kini melampaui 3,5 juta dokumen.

Sejumlah tokoh berpengaruh disebut-sebut dalam dokumen itu, termasuk Presiden AS Donald Trump dan mantan Presiden AS Bill Clinton. Ant/Sumber: Sputnik/RIA Novosti

  • File Eipstein

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.