Strategi DEI Telkom Indonesia: Target Keterwakilan Perempuan di Level Manajerial Tahun 2030
Rabu, 22 Apr 2026, 13:00 WIBJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Momentum ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Komitmen tersebut dijalankan melalui prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi atau Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Langkah ini menjadi bagian dari program GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia melalui pilar Empower Our People.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kesetaraan gender menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang adaptif dan inovatif. Ia menilai perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kepemimpinan dan transformasi digital.
"Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar, yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam kepemimpinan," ujar Dian Siswarini.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan akses akan mendorong perempuan berkontribusi lebih luas terhadap inovasi dan pembangunan. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri digital.
Secara capaian, Telkom mencatat proporsi perempuan mencapai 31,7 persen dari total karyawan pada 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 persen telah menempati posisi manajerial di berbagai lini organisasi.
Ke depan, Telkom menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32 persen dari total karyawan. Sementara itu, porsi perempuan di level manajerial ditargetkan mencapai 27 persen pada tahun 2030.
Keterlibatan perempuan juga terlihat di berbagai tingkatan manajemen dalam perusahaan. Pada 2025, keterwakilan perempuan di level manajemen senior mencapai 14 persen, manajemen madya 23,2 persen, dan level pengawas sebesar 33,4 persen.
Selain itu, Telkom juga mendorong partisipasi perempuan di sektor strategis seperti fungsi penghasil pendapatan dan bidang teknologi. Saat ini, keterlibatan perempuan di fungsi revenue mencapai 8,3 persen dan di bidang STEM sebesar 8,1 persen.
Dian Siswarini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai upaya membuka akses yang setara. Menurutnya, konektivitas di era digital menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan perempuan.
"Dengan akses yang luas terhadap informasi dan peluang, perempuan dapat berkembang lebih cepat dan berkontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Dian Siswarini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Telkom juga menghadirkan fasilitas ramah perempuan di lingkungan kerja. Fasilitas tersebut meliputi daycare dan ruang laktasi guna mendukung produktivitas karyawan perempuan.
Perusahaan juga terus mengembangkan program penguatan talenta perempuan melalui berbagai inisiatif internal. Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan perspektif beragam dalam pengambilan keputusan.
Melalui strategi tersebut, Telkom berharap dapat membangun organisasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih setara bagi perempuan di Indonesia.
- Hari Kartini
- Perempuan Indonesia
- Kesetaraan Gender
- Kepemimpinan
- GoZero Telkom Indonesia
- Telkom Indonesia
- Transformasi Digital
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Cirebon Energi Prasarana Perkuat Keselamatan Operasional Pembangkit Lewat Implementasi IBM Maximo
-
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
-
Kinerja Moncer 2025, Indonet Perluas Jaringan dan Data Center
-
Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan
-
Sambut Hari Kartini, Puan Sebut Perempuan Berperan Menentukan Perjalanan Bangsa
-
Strategi Hyper-Personalization Bawa Indosat Tumbuh Kuat pada Awal 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.