Era Baru Wisata Digital, BI Buka Akses QR Code untuk Turis Jepang

Rabu, 22 Apr 2026, 20:05 WIB

JAKARTA – Kemampuan wisatawan asal Jepang untuk bertransaksi di Indonesia menggunakan kode QR menandai langkah maju dalam integrasi sistem pembayaran lintas negara.

Interkoneksi QR ini tidak hanya menyederhanakan transaksi bagi turis—tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu—tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan UMKM yang menjadi tulang punggung destinasi wisata.

Ket. Foto: Ilustrasi - Transaksi digital menggunakan fitur QRIS. — Sumber: ANTARA/ Ahmad Rafli Baiduri

Dari sisi makro, skema ini memperkuat ekosistem pembayaran digital regional dengan menekan biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan.

Standardisasi QR antarnegara juga membuka peluang perluasan kerja sama serupa dengan negara lain, sehingga memperluas basis transaksi internasional berbasis mata uang lokal.

Namun, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, interoperabilitas sistem, serta literasi pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Jika dikelola optimal, fasilitas pembayaran QR lintas negara ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan Jepang, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa sebentar lagi wisatawan asal Jepang dapat bertransaksi di Indonesia (inbound) menggunakan kode QR (QR code) sebagai bagian dari kerja sama QRIS antarkedua negara.

Ia menyatakan, pihaknya telah mendapatkan izin dari otoritas keuangan Jepang, Financial Services Agency (FSA) of Japan, untuk mengimplementasikan praktik Indonesia inbound tersebut.

“Sebentar lagi akan ada Indonesia inbound di mana izinnya sudah diberikan oleh FSA dari Jepang,” kata Filianingsih Hendarta saat memberikan sambutan secara daring dalam “Peluncuran Industry Consultative Paper: Pendekatan Kerangka Klasifikasi sebagai Fondasi Pengaturan Aset Keuangan Digital di Indonesia” di Jakarta, Rabu (22/4).

Indonesia dan Jepang resmi memulai kerja sama QRIS cross border sejak 17 Agustus 2025 berkat kolaborasi antara BI dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan para anggotanya, Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) of Japan, Payment Japan Association (PJA), Netstars, serta berbagai lembaga lainnya.

Selain wisatawan Jepang, Filianingsih menuturkan bahwa sistem pembayaran menggunakan QR code tersebut juga akan segera dikembangkan bagi turis asal Korea Selatan.

Indonesia dan Korea Selatan meresmikan kerja sama QRIS lintas negara pada 1 April lalu yang merupakan hasil sinergi antara BI, Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta sejumlah lembaga keuangan lainnya.

Sementara itu, praktik Indonesia outbound, atau wisatawan Indonesia dapat berbelanja di luar negeri menggunakan QRIS, sudah lebih dahulu berjalan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Saat ini BI juga tengah berupaya untuk memperluas penggunaan QRIS ke sejumlah negara Asia lainnya, salah satunya China.

Penggunaan QRIS cross border pun semakin memperkuat ekspansi layanan keuangan digital tersebut yang kini tercatat sudah memiliki 60,77 juta pengguna per Februari 2026.

“Ekspansi QRIS hingga Februari 2026 telah menjangkau lebih dari 60 juta pengguna, 43 juta merchant, dan 3,72 miliar (volume) transaksi,” imbuh Filianingsih.

  • QRIS
  • wisman
  • Jepang

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.