Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proteksi Tidak Cukup, Industri Harus Produktif, Efisien, dan Punya Kepastian Hukum

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tanpa perbaikan pada aspek biaya produksi, rantai pasok, dan akses pembiayaan, industri nasional akan tetap rentan terhadap gejolak global. Saat ini, banyak pelaku industri masih menghadapi tekanan dari tingginya biaya energi, logistik, serta ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Upaya menahan laju PHK perlu diarahkan pada kebijakan yang menjaga keberlangsungan usaha, termasuk insentif fiskal yang tepat sasaran dan perlindungan terhadap industri strategis. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh menghambat inovasi dan efisiensi di sektor industri.

“Kalau hanya fokus pada perlindungan tanpa transformasi, industri kita justru berisiko tertinggal. Kuncinya adalah keseimbangan antara proteksi dan peningkatan daya saing,” katanya.

Substitusi Impor

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, dua strategi pembangunan industri besar, yaitu substitusi impor dan orientasi ekspor.

Di tengah ketidakpastian global yang melanda dunia saat ini, maka permintaan ekspor dipastikan menurun, sehingga industri orientasi ekspor akan terpukul menyebabkan PHK.

Sebaliknya ketika permintaan domestik melemah industri substitusi impor yang terkena dampaknya. Untuk memperkuat industri dari gejolak eksternal maupun internal, maka jaringan input-output antar perusahaan harus kuat.

Sementara itu, Peneliti Indonesia Human Right Committee for Social Justice, Lalu Ahmad Laduni, situasi saat ini juga menguji komitmen negara terhadap prinsip non-regresi dalam pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya, yakni larangan untuk menurunkan kualitas perlindungan hak akibat tekanan ekonomi.

Sebab itu kebijakan penyesuaian harga energi harus tetap mempertimbangkan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. “Pendekatan berbasis hak harus menjadi pijakan, agar setiap kebijakan ekonomi tetap menjamin martabat dan kesejahteraan masyarakat,” kata Laduni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.