Pemulangan PMI Ilegal dari Malaysia

Senin, 20 Apr 2026, 22:47 WIB

Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur membantu pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dari Malaysia ke daerah itu.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep Eko Kurnia Mediantoro di Sumenep, Senin, menjelaskan PMI yang dipulangkan paksa oleh pemerintah Malaysia karena diketahui ilegal itu berinisial N, berasal dari Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Sumenep.

Ket. Foto: Petugas Dinas Tenaga Kerja Pemkab Sumenep, berfoto dengan PMI berasal dari Kepulauan Sumenep. — Sumber: Antara

"Informasi tentang adanya warga Sumenep yang dipulangkan paksa karena tinggal di Malaysia sebagai tenaga kerja, akan tetapi non-prosedural itu, dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur," katanya.

Disnaker Sumenep langsung mempersiapkan penjemputan dan membantu pemulangan PMI itu ke Bandara Juanda Surabaya.

Tim Pemkab Sumenep selanjutnya mengantar yang bersangkutan ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep untuk dipulangkan ke desa asalnya di Kepulauan Kangean.

Ia mengatakan berdasarkan pengakuan PMI itu, yang bersangkutan berangkat ke Malaysia untuk bekerja melalui seorang perantara.

Warga kepulauan ini berangka ke Malaysia dengan menggunakan visa kunjungan dan selama di Malaysia tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, hingga akhirnya terjaring razia polisi setempat dan dipulangkan ke Indonesia.

"Pernah yang bersangkutan ini tinggal di hutan, untuk menghindari razia petugas, seperti yang disampaikan kepada kami," katanya.

Ia meminta masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri sebagai PMI melalui jalur legal.

Sebab, katanya, selain lebih aman juga lebih terjamin dan mendapatkan perlindungan dari perusahaan jasa penyalur tenaga kerja.

"Kalau pun ada masalah, pemerintah juga segera mengetahui sehingga penanganan dan perlindungan oleh pemerintah Indonesia terhadap pekerja di sana, akan lebih maksimal," katanya.

Berdasarkan data Disnaker Pemkab Sumenep, sejak awal 2026 sudah ada lima PMI berasal dari Sumenep yang dipulangkan dari luar negeri akibat berangkat secara non-prosedural.

Mereka bekerja di sejumlah negara, seperti Thailand, Turki, Qatar, Arab Saudi, dan Malaysia.

"Mereka itu berasal dari Kecamatan Gili Genting, Sapeken, Kota Sumenep, Rubaru, dan Arjasa," kata Eko Kurnia Mediantoro.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magma Terus Bergerak! Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Radius 3 Km Harus Kosong Total

Siap-Siap Bikin Geger Dunia Arkeologi, Sampel Gua Prasejarah Kalsel Ini Bakal Diterbangkan ke Australia!

Dikira Batu Biasa, Nelayan Sungai di Blitar Tak Sadar Injak Benda Diduga Roket Militer!

Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat

Perkuat Ketahanan Maritim dan Kebencanaan Nasional, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band Cilacap

Siklon Tropis Bavi Intai Indonesia Timur, BMKG Imbau Warga Waspada, Dampak Terasa hingga 24 Jam ke Depan

Gen Z & Milenial Diproyeksikan Jadi Mesin Baru Penggerak Wisata Tematik

Di IndoBuildTech 2026, Coway Indonesia Perkenalkan Inovasi Terbaru Solusi Air dan Udara untuk Hunian Modern yang Sehat

Resmi Dibuka, D-8 Halal Expo Indonesia Dorong Jadi Kekuatan Baru Ekonomi 

Mobil Mewah Rp2,05 Miliar Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Kuansing Tiba di Jakarta.

Polri dan Polda Metro Geledah Kafe serta Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara.

Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Rp17,93 Miliar untuk Revitalisasi 25 Sekolah di Pasaman Barat.

Polda Metro Jaya Ingatkan Jangan Halangi Penyidikan Dugaan Korupsi TPPU Libatkan PLN, Asabri dan Krakatau Steel.

Jangan Tunggu "Overheat"! Cek Fungsi Oli di Cuaca Ekstrem

Dari Batik hingga Drone! Produk RI Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.