Gaskeun! Kemenperin Buka Pendaftaran Vokasi Binaan Serentak Tahun Ini

Senin, 20 Apr 2026, 17:40 WIB

JAKARTA – Pendaftaran serentak vokasi binaan kini hadir dengan suasana yang lebih praktis dan terbuka. Nggak perlu bingung lagi soal jalur atau jadwal, semuanya dirancang lebih rapi biar calon peserta bisa fokus menentukan pilihan sesuai minat dan rencana masa depan.

Program vokasi sendiri makin dilirik karena menawarkan keterampilan yang langsung bisa dipakai di dunia kerja. Jadi, proses pendaftaran ini bukan sekadar formalitas, tapi jadi pintu awal buat membangun keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Ket. Foto: Ilustrasi - Siswa sekolah vokasi binaan Kementerian Perindustrian. — Sumber: ANTARA/HO-Kemenperin

Dengan sistem yang makin terintegrasi, harapannya semakin banyak anak muda yang berani ambil jalur vokasi. Selain cepat terserap kerja, mereka juga punya peluang untuk berkembang dan bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran peserta didik baru untuk sekolah vokasi binaannya pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi industri nasional.

Penerimaan siswa baru tersebut melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama yang berlangsung pada 6 April-5 Juni 2026 untuk politeknik dan akademi komunitas, sedangkan untuk SMK pada 6 April–15 Mei 2026 yang dilakukan melalui website resmi.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/4), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia industri.

“Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujar Menperin.

Saat ini, Kemenperin membina 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang setiap tahunnya menghasilkan calon tenaga kerja industri yang berkualitas.

Ia menyampaikan, mayoritas lulusan unit pendidikan tersebut telah terserap di industri, sementara sisanya memperoleh pekerjaan paling lama enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan, lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis dan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi industri.

“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.

Adapun data JARVIS tahun 2025, tercatat sebanyak 82,8 ribu pendaftar untuk politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar untuk SMK. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 60 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas serta 23,5 ribu pendaftar SMK.

Disampaikan Doddy pula, ada tiga jalur penerimaan untuk masuk ke sekolah vokasi binaan Kemenperin, yaitu JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi.

Untuk JARVIS Mandiri dan JARVIS Prestasi dilaksanakan masing-masing unit pendidikan dengan jadwal sesuai ketentuan internal kampus maupun sekolah.

Dirinya menegaskan, seluruh proses pendaftaran JARVIS Kemenperin tidak dipungut biaya. Adapun biaya pendidikan selama masa studi menyesuaikan kebijakan masing-masing unit pendidikan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.