Badan Gizi Nasional Rombak Data Penerima Manfaat, Ini Indikator yang Digunakan

Jumat, 19 Jun 2026, 17:00 WIB

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat sebagai dasar penyusunan kebijakan gizi nasional yang lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, mengatakan data yang akurat menjadi elemen penting dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas penerima manfaat. Karena itu, penguatan kualitas data saat ini menjadi salah satu fokus utama yang terus dilakukan oleh BGN.

Ket. Foto: Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat sebagai dasar penyusunan kebijakan gizi nasional yang lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. — Sumber: Istimewa

"Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan penerima manfaat. Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal," ujar Arum di Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut Arum, proses pemutakhiran dan validasi data dilakukan secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan berbagai indikator yang menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat dan relevan untuk mendukung pengambilan kebijakan.

Dalam proses refocusing program, BGN mempertimbangkan sejumlah indikator utama seperti ketahanan gizi, kondisi sosial ekonomi, serta akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi. Berbagai indikator tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelompok prioritas penerima manfaat program pemerintah.

"Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data. Karena itu, kualitas data terus kami perbaiki agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi," jelasnya.

Hingga saat ini, BGN telah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap sejumlah wilayah serta satuan pendidikan sebagai bagian dari proses validasi data penerima manfaat. Data tersebut akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan informasi terbaru yang masuk secara bertahap.

Penguatan basis data juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai program intervensi gizi lainnya. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah dapat menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.

Arum menegaskan bahwa refocusing yang dilakukan bukan sekadar penyesuaian program, melainkan langkah untuk memastikan seluruh kebijakan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap perbaikan status gizi nasional.

"Refocusing yang kami lakukan bukan semata-mata penyesuaian program, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan," kata Arum.

Ke depan, BGN akan terus memperkuat sistem pengelolaan data serta mekanisme validasi penerima manfaat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kebijakan gizi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dukungan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.