Cegah Pelecehan di Gerbong, KAI Group Andalkan CCTV Analytics dan Fitur Female Seat Map
Senin, 20 Apr 2026, 18:10 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat layanan ramah perempuan dan inklusif guna menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya jumlah penumpang kereta api pada awal tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group mencatat telah melayani 128.055.072 pelanggan. Angka tersebut meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam berbagai aktivitas perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan layanan tidak hanya berfokus pada kapasitas angkut, tetapi juga pada kualitas pengalaman pelanggan. Menurutnya, aspek keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama dalam setiap pengembangan layanan.
"KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas," ujar Anne.
Layanan kereta api jarak jauh dan lokal tercatat melayani 14.515.350 pelanggan atau meningkat 18,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, layanan Commuter Line masih mendominasi dengan jumlah pelanggan mencapai 101.382.889 orang atau tumbuh 8,11 persen.

"Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi," jelas Anne.
Selain itu, pertumbuhan juga terjadi pada moda transportasi lain di bawah KAI Group. LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, KAI Bandara 1.755.275 pelanggan, LRT Sumatera Selatan 1.084.242 pelanggan, Whoosh 1.408.815 pelanggan, serta KA MakassarâParepare sebanyak 75.421 pelanggan.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KAI menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan, khususnya bagi perempuan. Fasilitas itu meliputi kereta khusus wanita pada Commuter Line dan LRT Jabodebek di waktu tertentu serta pemisahan toilet pria dan wanita pada layanan kereta jarak jauh.
Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan perempuan juga diberikan kemudahan dalam memilih tempat duduk. Fitur female seat map memungkinkan penumpang perempuan duduk berdekatan dengan sesama perempuan selama perjalanan.
KAI juga memperhatikan kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui melalui penyediaan kursi prioritas, loket khusus, hingga pin identitas bagi ibu hamil. Selain itu, tersedia 120 ruang laktasi di berbagai stasiun untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan.
Bagi pelanggan yang membawa anak, KAI menghadirkan fasilitas seperti area bermain anak di sejumlah stasiun, tempat duduk prioritas, serta jalur evakuasi yang ramah keluarga. Sementara itu, fasilitas bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui penyediaan guiding block, ramp, lift di stasiun besar, serta kursi prioritas di dalam kereta.
Dari sisi keamanan, KAI meningkatkan pengawasan melalui penguatan standar operasional serta integrasi Command Center dengan Contact Center. Selain itu, teknologi CCTV Analytics juga dimanfaatkan untuk memantau aktivitas di stasiun dan dalam perjalanan.
âKami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,â tambah Anne.
Meski demikian, KAI mencatat masih terdapat 20 laporan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line sepanjang Januari hingga Maret 2026. Data ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan untuk terus melakukan pembenahan dan penegakan aturan yang lebih tegas.
"Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan," tutup Anne.
- Transportasi Publik
- PT KAI
- KAI
- penumpang Kereta Api
- Commuter Line
- Inklusivitas
- penumpang wanita
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Sebabkan Banjir Parah di Demak, Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Diperbaiki
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
Tiket Kereta dari Tanah Abang ke Merak Cuma Rp11.000, Ekonomis dan Nyaman Menuju Gerbang Pulau Sumatra
-
Tertabrak Kereta di Bawah Flyover Sidoarjo, Nenek 70 Tahun Meninggal
-
Perjalanan Cahaya Manthovani Membangun Creative Movement Berbasis Dampak Sosial
-
Lahan KAI di Kiaracondong Bandung Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD untuk MBR
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.