Trump Tahan Serangan ke Pulau Kharg, Risiko Korban Jiwa AS Jadi Sorotan Global
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 19:50 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMoskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menentang pengiriman pasukan AS ke Pulau Kharg di Iran, karena khawatir akan kemungkinan korban jiwa yang besar, demikian laporan Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Sebelumnya pada akhir Maret, Trump menyatakan keinginan untuk merebut minyak dari Iran mengikuti skenario Venezuela.
Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa AS akan mencoba merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Meskipun Trump yakin bahwa misi tersebut akan berhasil dan bahwa perebutan wilayah tersebut akan memberi AS akses ke selat tersebut, ia khawatir bahwa korban jiwa AS akan sangat besar, kata sumber kepada surat kabar tersebut.
Presiden mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Politico sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 2.000 Marinir telah berangkat ke Timur Tengah dari pangkalan di San Diego.
Banyak pakar mengaitkan hal ini dengan kemungkinan operasi untuk merebut Pulau Kharg.
Kemudian pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, menewaskan lebih dari 3.000 orang. Pada tanggal 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS memulai langkah untuk memblokade pelabuhan Iran.
Hal tersebut membuat para mediator berupaya untuk menyelenggarakan putaran pembicaraan baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!