TNI AL Konfirmasi Keberadaan Kapal Perang AS USS Miguel Keith di Selat Malaka

Minggu, 19 Apr 2026, 15:40 WIB

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan keberadaan kapal perang Amerika Serikat yang melintas di Selat Malaka. Kapal tersebut diketahui menggunakan hak lintas transit sesuai hukum internasional yang berlaku.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Tunggul menyampaikan bahwa kapal perang AS, USS Miguel Keith, terdeteksi di perairan timur Belawan pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 13,1 knots berdasarkan sistem Automatic Identification System (AIS).

Ket. Foto: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan keberadaan kapal perang Amerika Serikat yang melintas di Selat Malaka. Kapal tersebut diketahui menggunakan hak lintas transit sesuai hukum internasional yang berlaku. — Sumber: USNI News

Menurut TNI AL, Selat Malaka merupakan jalur pelayaran internasional yang terbuka bagi kapal asing, termasuk kapal perang, selama memenuhi ketentuan hukum laut internasional. Aktivitas pelayaran tersebut dinilai sah selama dilakukan secara terus-menerus dan tidak mengganggu keamanan wilayah.

"Pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung, dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya," ujar Tunggul.

Ia menegaskan bahwa keberadaan kapal perang asing di jalur tersebut bukan hal yang melanggar aturan. Hak lintas transit diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea, khususnya pada Pasal 37, 38, dan 39 yang telah diratifikasi oleh Indonesia.

Di sisi lain, kemunculan kapal perang AS ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan global. Amerika Serikat diketahui tengah melakukan operasi militer untuk memburu kapal-kapal yang terafiliasi dengan Iran.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi tekanan ekonomi yang dilakukan Washington terhadap Teheran. Situasi ini berkembang setelah pecah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang melibatkan dukungan Israel sejak akhir Februari lalu.

Pemimpin Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Dan Caine menyatakan bahwa pihaknya akan memperluas operasi hingga ke kawasan Indo-Pasifik. Selat Malaka disebut sebagai salah satu jalur strategis yang masuk dalam pengawasan.

"Kami akan secara aktif memburu kapal berbendera Iran atau kapal lain yang berupaya memberi bantuan material kepada Iran," ujar Caine.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Malaka, kini menjadi bagian dari dinamika geopolitik global. Meski demikian, TNI AL memastikan bahwa setiap aktivitas kapal asing tetap dipantau untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah perairan Indonesia.

Dengan posisinya sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, Selat Malaka memiliki peran vital dalam perdagangan global. Oleh karena itu, pengawasan ketat terus dilakukan guna memastikan aktivitas internasional tetap berjalan sesuai aturan tanpa mengganggu kedaulatan nasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.