Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”

Minggu, 19 Apr 2026, 01:00 WIB

NEWARK — Para penggemar yang ingin menyaksikan laga Piala Dunia 2026 di kawasan New York–New Jersey harus merogoh kocek jauh lebih dalam. Tarif perjalanan kereta pulang-pergi menuju MetLife Stadium dilaporkan melonjak hingga 150 dolar AS (sekitar 2,4 juta rupiah), lebih dari 10 kali lipat harga normal.

Rute sejauh 56 kilometer dari New York ke stadion di New Jersey tersebut biasanya hanya dikenakan biaya sekitar 12,90 dolar AS. Namun, untuk delapan pertandingan, termasuk partai final—harga dinaikkan drastis, memicu gelombang kritik.

Ket. Foto: Ilustrasi stasiun kereta di New York. — Sumber: AFP

“Kami akan mengenakan tarif 150 dolar untuk tiket pulang-pergi, dari New York ke MetLife dan kembali,” ujar Kris Kolluri, pimpinan NJ Transit.

Jumlah tiket kereta pun dibatasi hanya sekitar 40.000 kursi untuk seluruh pertandingan di stadion yang biasa menjadi markas New York Jets dan New York Giants.

Alternatif lain, yakni menggunakan kendaraan pribadi, juga tidak lebih murah. Tarif parkir dilaporkan mencapai 225 dolar AS per kendaraan, dengan ketersediaan sangat terbatas.

Sejumlah suporter menilai kebijakan ini sebagai bentuk eksploitasi. “Ini memalukan dan seperti memanfaatkan fans,” ujar seorang warga New York dalam wawancara dengan AFP.

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, membela kebijakan tersebut dengan menyebut FIFA tidak memberikan kontribusi dana untuk transportasi.

Ia menambahkan, kesepakatan sebelumnya bahkan menghapus opsi parkir di stadion, sehingga layanan kereta harus mengangkut hingga empat kali lipat jumlah penumpang biasanya. Kondisi ini diperkirakan menimbulkan beban biaya setidaknya 48 juta dolar AS bagi NJ Transit, sementara FIFA disebut berpotensi meraup pendapatan hingga 11 miliar dolar AS dari turnamen.

Senator AS Chuck Schumer juga mendesak FIFA untuk menanggung biaya transportasi tersebut.

Namun, pihak FIFA menilai kebijakan ini sebagai langkah yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. COO Piala Dunia FIFA, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa penetapan harga tinggi secara sepihak dan tuntutan agar FIFA menanggung biaya tersebut tidak lazim dalam ajang olahraga global.

FIFA juga menekankan bahwa mereka adalah organisasi nirlaba dan menyatakan kesepakatan awal dengan kota tuan rumah sebenarnya mencantumkan transportasi gratis bagi penonton, seperti yang diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar melalui layanan metro Doha.

Kenaikan harga ini menuai kritik luas dari komunitas suporter internasional. Kelompok pendukung asal Prancis, “Irresistibles Francais”, menyebut tarif tersebut “benar-benar tidak masuk akal”.

“Setiap hari ada kabar buruk soal transportasi. Sulit dipercaya sejauh mana situasi ini berkembang,” ujar juru bicara mereka.

Gubernur New York Kathy Hochul juga mengkritik kebijakan tersebut. “Membayar lebih dari 100 dolar untuk perjalanan singkat jelas terlalu mahal,” tulisnya.

Ketua Football Supporters' Association, Thomas Concannon, bahkan menilai turnamen ini mulai identik dengan eksploitasi suporter.

“Hampir semua hal terkait turnamen ini membuat fans harus membayar mahal. Harganya benar-benar di luar kewajaran,” katanya.

Dengan sorotan tajam terhadap harga tiket pertandingan dan kini biaya transportasi, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menghadapi tekanan besar untuk memastikan aksesibilitas bagi para penggemar di seluruh dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.