Jadwal Super League Pekan ke-29: Laga Kandang PSIM Versus Persija Dipindah ke Bali dan Tanpa Penonton
Minggu, 19 Apr 2026, 17:32 WIBSURABAYA, JAWA TIMUR - Pertandingan kandang PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 yang rencananya digelar di Stadion Sultan Agung Bantul resmi dipindah ke Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali.
Keputusan pemindahan lokasi pertandingan ini berawal dari evaluasi kapasitas fasilitas olahraga di Bantul. Panitia Pelaksana memprioritaskan keselamatan penonton menyusul besarnya antusiasme penikmat sepak bola untuk laga tersebut.
âManajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi BRI Super League 2025/26. Untuk laga melawan Persija pada 22 April mendatang, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung (SSA) sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,â ujar Ketua Panpel PSIM Wendy Umar Seno Aji, dikutip dari laman resmi PSIM, Minggu (19/4).
âNamun, setelah melakukan koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta pemangku kepentingan terkait, kami menyepakati bahwa aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini, kami bersama-sama menilai bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut secara maksimal," tambah dia.
Penyelenggara sempat berinisiatif meminjam fasilitas arena di daerah yang lebih dekat jaraknya dari Yogya, termasuk Stadion Jatidiri di Semarang, demi memfasilitasi pendukung. Akan tetapi, rencana tersebut belum bisa terlaksana.
âKami telah menjajaki berbagai opsi alternatif yang kooperatif, termasuk penggunaan Stadion Jatidiri di Semarang. Akan tetapi, karena adanya dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan agenda pemakaian stadion tersebut, opsi ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat,â ungkap dia.
Tak hanya pindah kandang dari Yogya ke Bali, laga nanti juga akan dimainkan tanpa penonton. âPertandingan ini akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton. Keputusan strategis ini diambil demi menghindarkan PSIM dari sanksi administratif maupun pengurangan poin yang dapat merugikan posisi kita di klasemen,â tegas Wendy.
Laga tertutup tanpa suporter tentu menjadi situasi berat bagi tim di lapangan, apalagi PSIM sedang membutuhkan dukungan dari suporternya setelah menjalani tren negatif hanya memenangkan satu laga dari 11 laga terakhir.
Kendati demikian, panitia mengajak suporter Laskar Mataram terus memberikan energi positif, meski tidak dapat hadir langsung ke stadion.
âSinergi yang baik antara klub, suporter, dan otoritas keamanan adalah kunci. Meski tidak dapat hadir secara langsung di stadion, kami berharap doa dan dukungan teman-teman suporter tetap mengalir dari rumah. Ke depan, kami berupaya keras agar laga-laga kandang selanjutnya dapat kembali digelar di SSA dan dihadiri oleh para pendukung setia PSIM,â tandas Wendy.
Saat ini, PSIM berada di peringkat ke-10 dengan 38 poin, sementara Persija yang baru saja meraih dua kemenangan beruntun ada di peringkat ketiga dengan 58 poin. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Gelandang Persib Beckham Putra Tak Sabar Lawan Persija di SUGBK
-
Persija Jakarta Menjuarai EPA Super League U20
-
Persija Hadapi Persis di GBK, 1.200 Personel Aparat Gabungan Dikerahkan
-
Persija Jadi Klub Sepak Bola Pertama di Indonesia yang Gunakan Bus Listrik
-
Persija Jakarta Kalahkan Persebaya 3-0, Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol
-
Pelatih Persija Mauricio Kritik Para Pemainnya Kurang Kreativitas, Walau Menang 1-0 Atas PSBS
-
Persija Berhasrat Teruskan Tren Kemenangan saat Lawan PSIM Yogyakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.