Gauff Tersingkir dari Roland Garros, Sabalenka dan Osaka Siap Bentrok di Babak 16 Besar

Minggu, 31 Mei 2026, 05:17 WIB

PARIS, PRANCIS – Upaya juara bertahan Coco Gauff untuk mempertahankan gelar Prancis Open berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan setelah tersingkir di putaran ketiga, Minggu (31/5) dini hari WIB. Sementara itu, unggulan teratas Aryna Sabalenka dan mantan petenis nomor satu dunia Naomi Osaka berhasil melangkah ke babak 16 besar dan akan saling berhadapan dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar turnamen tahun ini.

Bermain di lapangan tanah liat Prancis Open, Gauff harus mengakui keunggulan petenis Austria unggulan ke-28, Anastasia Potapova, dengan skor 6-4, 6-7 (1/7), 4-6.

Ket. Foto: Coco Gauff. — Sumber: AFP

Kekalahan tersebut menjadi kejutan terbaru dalam pekan pertama Roland Garros yang ditandai tumbangnya sejumlah unggulan papan atas. Bagi Gauff, hasil ini juga menjadi penampilan terburuknya di Paris sejak debut enam tahun lalu.

Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu sebenarnya sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah unggul satu break pada set penentuan. Namun Potapova bangkit luar biasa dengan merebut lima gim dari enam gim terakhir untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke babak keempat.

“Saya tidak merasa terbebani sebagai juara bertahan kali ini. Justru itu yang membuat hasil ini lebih mengecewakan karena saya merasa sudah belajar banyak dari pengalaman mempertahankan gelar US Open dan menjadi pemain yang lebih baik,” ujar Gauff.

Laga berlangsung ketat dengan banyak pertukaran break. Momen krusial terjadi pada gim ke-10 set ketiga saat Gauff gagal mempertahankan servis meski sempat unggul 30-0. Sebuah double fault dan dua winner keras dari Potapova mengubah jalannya pertandingan sebelum pengembalian agresif lawannya memaksa Gauff melakukan kesalahan yang mengakhiri perjuangannya di Paris.

Bagi Potapova, kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

“Ini jelas masuk tiga kemenangan terbaik dalam karier saya,” kata petenis berusia 24 tahun itu.

Hasil tersebut menyamai pencapaian terbaik Potapova di Grand Slam setelah juga mencapai babak 16 besar Roland Garros pada 2024. Selanjutnya ia akan menghadapi unggulan ke-22, Anna Kalinskaya.

Di pertandingan lain, Sabalenka menunjukkan kualitasnya sebagai unggulan pertama dengan menyingkirkan petenis Australia, Daria Kasatkina, 6-0, 7-5 hanya dalam waktu 76 menit.

Petenis Belarusia itu tampil nyaris sempurna pada set pertama. Meski sempat tertinggal break di awal set kedua, Sabalenka mampu bangkit dan mengendalikan permainan untuk memastikan tempat di babak keempat.

Kemenangan tersebut mengantar Sabalenka ke duel panas melawan naomi Osaka. Keduanya memiliki koleksi empat gelar Grand Slam, masing-masing dua gelar Australia Open dan dua gelar US Open.

Sabalenka tercatat sudah dua kali mengalahkan Naomi Osaka musim ini, tetapi petenis Jepang itu memenangkan satu-satunya pertemuan mereka di ajang Grand Slam, yakni pada US Open 2018, turnamen yang kemudian menjadi gelar mayor pertama Naomi Osaka.

“Saya siap bertarung. Saya siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan itu,” kata Sabalenka.

Naomi Osaka harus bekerja lebih keras untuk mencapai babak 16 besar. Unggulan ke-16 tersebut menaklukkan petenis muda Amerika Serikat berusia 18 tahun, Iva Jovic, dengan skor 7-6 (7/5), 6-7 (3/7), 6-4.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbaik Naomi Osaka sepanjang kariernya di Roland Garros. Sebelumnya, ia tidak pernah melangkah lebih jauh dari putaran ketiga di turnamen Grand Slam tanah liat tersebut.

“Saya jauh lebih tenang dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. Semakin jauh saya melangkah di Grand Slam, biasanya saya semakin rileks. Ini merupakan kehormatan besar bagi saya dan ini adalah pencapaian terbaik saya di sini,” ujar Osaka.

Di sektor putra, peluang lahirnya juara Grand Slam baru semakin besar setelah tersingkirnya unggulan teratas Jannik Sinner dan pemegang 24 gelar Grand Slam Novak Djokovic pada fase awal turnamen.

Salah satu kandidat yang mulai mencuri perhatian adalah unggulan ke-10 asal Italia, Flavio Cobolli. Ia tampil impresif dengan mengalahkan petenis Amerika Serikat, Learner Tien, 6-2, 6-2, 6-3 hanya dalam waktu satu jam 45 menit.

Cobolli selanjutnya akan menghadapi sesama petenis Amerika, Zachary Svajda, yang secara mengejutkan menyingkirkan unggulan ke-25, Francisco Cerundolo.

Sementara itu, adik Francisco, Juan Manuel Cerundolo, melanjutkan performa gemilang setelah sebelumnya menumbangkan Sinner. Ia keluar sebagai pemenang dalam duel maraton hampir enam jam melawan Martin Landaluce.

Di babak berikutnya, Juan Manuel akan berhadapan dengan finalis Wimbledon 2021, Matteo Berrettini, yang juga harus melewati pertarungan lima set sebelum mengalahkan Francisco Comesana.

Kisah kejutan petenis tuan rumah berusia 17 tahun, Moise Kouame, akhirnya berakhir setelah ia dikalahkan petenis Chile, Alejandro Tabilo, dalam empat set.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.