Tarif Transportasi Piala Dunia Melonjak Tajam, Suporter Geram

Jumat, 17 Apr 2026, 06:15 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT — Kenaikan drastis tarif transportasi menuju stadion Piala Dunia 2026 memicu kemarahan luas di kalangan penggemar sepak bola. Kebijakan yang dinilai memberatkan ini muncul setelah laporan menyebut operator transportasi di Amerika Serikat menaikkan harga khusus selama turnamen musim panas mendatang.

Media The Athletic melaporkan, New Jersey Transit berencana mematok tarif lebih dari 100 dolar AS (sekitar 1,6 juta rupiah) untuk perjalanan dari Penn Station, Manhattan, menuju MetLife Stadium di New Jersey saat hari pertandingan. Sebagai perbandingan, tarif normal pulang-pergi untuk rute yang sama hanya sekitar 12,90 dolar AS.

Ket. Foto: Trofi Piala Dunia. — Sumber: AFP

Lonjakan serupa juga terjadi di wilayah Boston. Massachusetts Bay Transportation Authority mengonfirmasi bahwa tiket pulang-pergi menuju Gillette Stadium akan dibanderol 80 dolar AS (sekitar 1,2 juta rupiah), naik dari harga biasa saat hari pertandingan yang hanya 20 dolar AS.

“Ini memalukan. Dalam turnamen sebelumnya, transportasi biasanya sudah termasuk dalam harga tiket atau setidaknya tersedia dengan potongan besar bagi pemegang tiket,” ujar Guillaume Aupretre, juru bicara kelompok suporter utama Prancis.

Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian terhadap penggemar. Bahkan, ia menuding FIFA lebih mengutamakan kalangan berduit ketimbang suporter setia.

Tim nasional Prancis dijadwalkan memainkan seluruh laga Grup I di Boston dan New Jersey, dua lokasi yang terdampak langsung kebijakan tarif tinggi tersebut.

Kritik juga datang dari kelompok suporter Inggris, Free Lions. “Hari demi hari, selalu ada saja bentuk ‘pemerasan’ baru di Piala Dunia ini. Apa yang sebenarnya terjadi?” tulis mereka di media sosial.

Tim nasional Inggris juga akan menjalani laga fase grup di stadion yang sama.

Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan atas kritik yang berkembang. Organisasi tersebut sebelumnya telah menuai sorotan terkait mahalnya harga tiket pertandingan.

Tekanan turut datang dari kalangan politik. Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, mendesak FIFA untuk menanggung biaya transportasi publik selama turnamen. Ia menilai hal itu wajar mengingat FIFA diproyeksikan meraup pendapatan hingga 11 miliar dolar AS dari ajang tersebut.

“Setidaknya FIFA harus memastikan warga New York bisa pergi ke stadion tanpa diperas dengan tarif yang tidak masuk akal. Saya menuntut FIFA menanggung biaya transportasi di kota-kota tuan rumah,” tulis Schumer.

Gubernur New York, Kathy Hochul, juga mengkritik rencana tersebut. “Membebankan lebih dari 100 dolar untuk perjalanan kereta jarak pendek terdengar sangat berlebihan,” ujarnya.

Pihak New Jersey Transit belum memberikan pernyataan resmi. Dalam laporan The Athletic, juru bicara mereka menyebut angka-angka yang beredar masih sebatas “spekulasi yang belum terkonfirmasi.”

Menurut laporan media AS, biaya operasional transportasi publik untuk delapan pertandingan di New Jersey diperkirakan mencapai 48 juta dolar AS, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan keamanan.

Pemerintah federal AS sendiri telah mengalokasikan sekitar 100 juta dolar AS untuk mendukung sistem transportasi di kota-kota tuan rumah. Boston dan negara bagian Massachusetts menerima 8,7 juta dolar AS, sementara kawasan New York–New Jersey memperoleh 10,4 juta dolar AS. Los Angeles mendapatkan 9,6 juta dolar AS.

Berbeda dengan wilayah lain, otoritas transportasi Los Angeles memastikan tidak akan menaikkan tarif standar menuju SoFi Stadium, yang biasanya hanya sekitar 3,50 dolar AS untuk perjalanan pulang-pergi dari pusat kota, selama hari pertandingan Piala Dunia.

Lonjakan tarif ini menambah daftar polemik menjelang Piala Dunia 2026, sekaligus memunculkan kekhawatiran bahwa akses bagi suporter, terutama kalangan menengah ke bawah,akan semakin terbatas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.